Maju DPD-RI, AA Gde Agung Siap ‘Ngayah’ Mewakili Bali di Pusat

2 Agustus 2018, 08:41


Bali News - Caption: Penglingsir Puri Ageng Mengwi sekaligus Bupati Badung dua periode, AA Gde Agung

Badung, LenteraEsai.com – Penglingsir Puri Ageng Mengwi sekaligus Bupati Badung dua periode (2005-2010), AA Gde Agung menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon anggota DPD-RI pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

“Kesiapan ini dilandasi motivasi karena saya ingin ‘ngayah’ mewakili Bali di pusat nanti,” kata AA Gde Agung ketika ditemui di Puri Ageng Mengwi, Badung, pada Rabu (1/8) siang.

Motivasi lainnya untuk maju di DPD-RI, lanjutnya, sesuai UU No. 2 Tahun 2018 yang menjelaskan bahwa DPD-RI mempunyai wewenang cukup signifikan pada bidang legislasi, pertimbangan dan pengawasan. Berdasar hal ini, mestinya anggota DPD-RI mampu berbuat maksimal untuk kepentingan Bali.

“Terkait kewenangan yang dimiliki, maka diperlukan seorang DPD yang memiliki kredibilitas, kualitas, integritas dan sensivitas terhadap aspirasi rakyat,” kata AA Gde Agung.

Menurutnya, jika nanti dirinya terpilih menjadi anggota DPD-RI sebagai perwakilan Bali, maka hal ‘urgent’ yang bakal diperjuangkan, yakni mengganti UU Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali, NTB, dan NTT.

“Pada Undang-Undang itu, Bali masih disebut sebagai Nusa Tenggara. Mestinya Bali memiliki Undang-Undang tersendiri, sebagai pengakuan eksistensi Bali secara mandiri,” katanya.

Dikatakannya, jika memiliki Undang-Undang tersendiri maka akan mengacu pada perikehidupan dan sendi-sendi kehidupan di Bali, di mana disesuaikan dengan agama, adat, budaya, demografi serta geografi. “Bali harus eksis, ini yang harus diperjuangkan,” ujar AA Gde Agung.

Sementara itu, selama ini nama besar AA Gde Agung tidak dapat dilepaskan dari Kabupaten Badung karena selama dua periode menjabat sebagai bupati. Selama menjadi Bupati Badung, AA Gde Agung telah berbuat maksimal untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat. Bahkan, pembangunan pusat pemerintahan (Puspem) Badung menjadi salah satu tonggak mercusuar gagasannya yang saat itu dijalankan bersama Wakil Bupati Ketut Sudikerta.

Usai menjabat menjadi Bupati Badung, bukan berarti AA Gde Agung berhenti berkiprah. Terselenggaranya Taman Ayun Barong Festival Regeneration & Superstar tahun 2018, menjadi bukti kepedulian penglingsir Puri Ageng Mengwi ini pada pelestarian budaya.

Taman Ayun Barong Festival Regeneration & Superstar tahun 2018 merupakan event ketiga, yang digelar untuk menjaga kesenian warisan budaya Bali, dengan cara menampillan penari barong cilik SD-SMP dari seluruh Bali.

“Kami harapkan supaya kegiatan ini ke depannya bisa masuk dalam ‘calender of event’. Sehingga wisatawan yang ingin menyaksikan jalannya festival dapat menentukan jadwal kunjungannya,” kata AA Gde Agung. (LE-BD)