Hanya Karena Uang Jajan, Mahasiswa PTS Terancam DO

23 September 2018, 15:35


Bali News - Hanya Karena Uang Jajan, Mahasiswa PTS Terancam DO

Surabaya, LenteraEsai.com – Nekat mencuri handphone (HP) hanya untuk bebutuhan uang jajan, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya, Jawa Timur, terancam dikeluarkan atau di-‘drop out (DO)’ dari kampusnya.

Bahkan tidak hanya di-DO, pelaku yang berinisial Af (20), kini juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum untuk menebus kesalahannya.

Pelaku yang penduduk Jalan Sidotopo Sekolahan Surabaya itu, terungkap mencuri sebuah HP milik korban Surya Aji, warga Sidotopo Kulon Surabaya.

Kepada pihak Polsek Simokerto yang meringkusnya pada Kamis (21/9) lalu, pelabu Af  mengaku terpaksa melakukan pencurian karena saat itu melihat HP korban yang masih ada hubungan saudara, tergeletak di atas kulkas.

“Saya ambil, kemudian dijual. Uangnya saya pakai untuk jajan sehari-hari di kampus,” ujar mahasiswa semester tiga jurusan teknik mesin itu kepada polisi.

Pelaku Af juga mengaku bahwa HP yang dicurinya itu telah dijual kepada temannya yang bernama Lk (26), asal Wonosari Lor Surabaya.

Mendengar pengakuan itu, Unit Reskrim Polsek Simokerto langsung bergerak dan membekuk Lk dengan tuduhan selaku penadah barang hasil curian.

Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih ketika dihubungi Minggu (23/9), membenarkan pihaknya kini tengah memproses seorang mahasiswa pencuri HP berikut seorang penadahnya.

“Penadahnya juga kami tangkap, karena dia tahu jika HP itu adalah hasil curian, yakni dijual dengan harga murah,” ujar Kapolsek Masdawati.

Kejadian tersebut bermula pada 9 September 2018 pukul 06.00 WIB, korban yang baru bangun tidur melihat HP miliknya yang di-charger di atas kulkas, tidak ada alias raib.

Ketika itu ada saksi yang melihat bahwa pada hari tersebut Af masuk ke dalam rumah korban. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya diketahui bahwa yang mengambil HP milik korban adalah benar tersangka Af.

“HP tersebut sudah dijual kepada tersangka Lk seharga Rp600.000, akhirnya tersangka Lk juga kami amankan berikut barang buktinya,” ujar Masdawati.

Barang bukti uang tunai Rp400.000 sisa penjualan HP, berikut HP dan dusbook-nya bermerk Vivo Vivo Y71, juga disita petugas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini keduanya mendekam di dalam raung tahanan Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya. Mereka diancam hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. (LE-SB)