WNA Jerman Hilang Saat ‘Diving’ di Perairan Pemuteran

1 Oktober 2018, 01:02


Bali News - Pencarian korban di perairan Pemuteran

Singaraja, LenteraEsai.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman bernama Bernd Klaus Walzinger Denren (60) dikabarkan hilang saat melakukan aktivitas ‘diving’ di Biorock, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Minggu (30/9) sekitar pukul 13.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelumnya Bernd Klaus Walzinger Denren telah melakukan aktivitas tersebut sekitar pukul 09.00 Wita di lokasi Tangkad Jaran di Desa Pemuteran. Bernd Klaua lalu menuju titik selam menggunakan skuter air. Setelah cukup lama melakukan aktivitas penyelaman, pria yang dikabarkan sudah biasa menyelam di kedalaman 100 meter ini malah tidak muncul ke permukaan.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkan ke pihak terkait. Berdasarkan laporan itu, anggota Sat Pol Air Polres Buleleng bersama Tim Basarnas, langsung melakukan pencarian di sekitar perairan Pemuteran.

Semua titik-titik lokasi yang diduga sebagai tempat menghilangnya korban Bernd Klaus ditelusuri oleh petugas tim gabungan sejak siang hari pascamenerima laporan, namun hingga pukul 18.00 Wita sore, keberadan Bernd Klaus belum bisa ditemukan.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Pol Air Polres Buleleng, AKP Putu Aryana mengatakan, Bernd Klaus yang merupakan warga berkebangsaan Jerman diduga hilang di seputaran perairan Desa Pemuteran, tepatnya di titik Tangkad Jaran. “Sampai saat ini masih dilakukan pencaria,” ujar AKP Aryana, Minggu (30/9) sore.

Menurut Aryana, anggota Sat Pol Air Polres Buleleng bersama Tim SAR gabungan dari Buleleng dan Jembrana dan sejumlah penyelam, sudah berupaya keras melakukan pencarian di seputaran perairan Desa Pemuteran. “Sejak pukul 13.00 Wita siang kami terus memantau semua sudut perairan di Pemuteran dan sekitarnya, namun keberadaan korban belum kami temukan,” kata AKP Aryana.

Dikarenakan kondisi mulai gelap, lanjut Aryana, maka pencarian akan dihentikan dan dilanjutkan pada Senin (1/10) pagi. Dan itu lanjut Aryana, sudah sesuai dengan SOP yang ada. “Sesuai SOP jika kondisi gelap, pencarian dihentikan dan dilanjutkan besok. Kecuali posisi korban ditemukan, maka kami lakukan evakuasi sekalipun hingga malam hari,” ujar AKP Aryana. (LE-SN)