Resah Kondisi Alam, Pelukis Made Supena Gelar Pameran ‘Interpreting Feelings’

15 November 2018, 11:42


Bali News - Made Supena dan Dolar Astawa

Denpasar, LenteraEsai.com –  Keresahan atas kondisi alam semesta, menjadi tema utama pada pameran 32 lukisan abstrak karya I Made Supena, yang berlangsung di Griya Santrian, Sanur, Kamis (15/11/2018).

“Tanah itu bagaikan emas, tapi belakangan banyak terjadi alih fungsi lahan. Padahal tanah di Bali memiliki nilai kesakralan sendiri, tapi kini telah objek transaksi bisnis. Keresahan atas fenomena ini yang kemudian diwujudkan lewat lukisan,” kata Made Supena ketika mengadakan jumpa media di Griya Santrian.

Menurut Supena, keresahan ini kemudian direalisasikan lewat garis dan warna. Proses kreatifnya tidak sesederhana yang dilihat. Ada garis, warna, keseimbangan, serta kreativitas eksplore. Apalagi dalam proses melukis abstrak itu, seperti tidak pernah ada akhirnya.

“Pada pameran ini berlangsung 16 November – 31 Desember 2018, ada 32 karya lukis abstrak yang memiliki benang merah tentang alam. Sengaja dalam pameran ini mengusung tema  “Interpreting Feelings”, yang menyuarakan perasaan tentang kondisi alam. Melalui simbol warna dan garis, disampaikan pesan agar ada pihak yang peduli terhadap lingkungan,” kata Supena.

Sementara itu, Dolar Astawa selaku perupa yang turut mendampingi dalam jumpa media menyatakan, bagi seorang pelukis itu memiliki tujuan untuk menyampaikan perasaan lewat karya. Jika karya itu kemudian menghasilkan uang, maka itu menjadi bonus. “Karena
menjadi seniman adalah pilihan hidup,” katanya.

Mengenai ketokohan pelukis I Made Supena, menurut Dolar Astawa, berasal dari keluarga seniman. Ayah Made Supena merupakan maestro pematung dari Singapadu, Gianyar.

“Dan Made Supena adalah seniman yang sudah melangsungkan pameran di Bali, nasional hingga internasional seperti Jerman,” katanya. (LE-DP)