Menu Click to open Menus
Home » Art » Pameran I Made Supena Bertajuk ‘Interpreting Feelings’ Resmi Dibuka

Pameran I Made Supena Bertajuk ‘Interpreting Feelings’ Resmi Dibuka

(14 Views) November 16, 2018 10:38 pm | Published by | No comment

Denpasar, LenteraEsai.com – Pelukis beraliran abstrak I Made Supena secara resmi telah membuka pamerannya yang mengusung tema ‘Interpreting Feelings’ di Galery Griya Santrian, Sanur, Denpasar, pada Jumat (16/11/2018) malam.

Ketika memberi sambutan di hadapan puluhan tamu undangan, Made Supena menyatakan dengan lugas bahwa 32 lukisan abstrak yang dipamerkan kali ini, merupakan ungkapan kegelisan yang sudah lama dirasakannya. Ungkapan kegelisahan itu kemudian divisualkan lewat karya non-figuratif, dan kemudian dipamerkan mulai 16 November hingga 31 Desember 2018.

“Pesan yang terangkum dalam lukisan-lukisan itu adalah mengenai situasi alam, tema sosial dan ungkapan yang memberi pesan kehidupan pada zaman ini serta apa yang mestinya kita lakukan,” ujar Supena, yang merupakan pelukis kelahiran Singapadu, Gianyar.

Supena lebih lanjut mengatakan, puluhan lukisan abstrak yang dipamerkan kali ini telah diciptakan sejak tahun 2014. “Benang merah yang ingin disampaikan adalah dalam dimensi seni rupa ada eksplorasi serta pesan. Tidak saja ada teks, namun juga ada konteks,” ujar pelukis yang pernah mendapat penghargaan Award of Excellence, Bali, Indonesia and Prince Edward Island, Canada.

Jejak kesenimanan Made Supena dimulai dari lingkup keluarganya. Ayahnya, Ketut Muja tidak lain adalah maestro pematung yang sering kali membuat karya seni berlandaskan wiracarita Mahabaratha dan Ramayana.

 

Caption: Lukisan Serasa Alam

Akan tetapi, seiring pertumbuhan usianya, Made Supena justru menemukan jati diri sebagai pelukis abstrak. Ketika berusia 20-an, ia telah mengikuti serangkaian pameran yang makin mengukuhkan ketokohannya sebagai seniman yang terbilang unggul.

Dosen Seni Rupa Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, I Kadek Sumadiyasa mengatakan, sejak tahun 2000-an dirinya sudah mengagumi karya-karya lukisan abstrak Made Supena. Apalagi ada konsistensi tema mengenai fenomena alam dengan berbagai gejolaknya.

“Pelukis Made Supena ini memiliki kekhasan, ada ciri khas sebagai pelukis abstrak. Beliau juga sudah termasuk pelukis ternama, karena memiliki karakter tersendiri pada setiap karyanya,” ujar Kadek Sumadiyasa.

Dia menyatakan, dengan kekhasan yang dimiliki Made Supena, maka karya pelukis ini sangat sulit jika ditiru oleh pihak lain. “Made Supena mempunyai ‘style’ sendiri, dengan corak tersebut maka ia memiliki penggemar berbagai kalangan. Saya juga mengagumi karya-karya beliau, sehingga hampir pada setiap pamerannya di Denpasar, maka saya selalu menyempatkan hadir,” kata Dosen Seni Rupa UNHI ini.

Pameran ini dihadiri oleh tokoh budayawan Jean Couteau, Popo Danes didampingi istri, sejumlah pelukis dan puluhan tamu undangan dari dalam serta luar negeri. (LE-DP)

Comment Closed: Pameran I Made Supena Bertajuk ‘Interpreting Feelings’ Resmi Dibuka

Sorry, comment are closed for this post.