Larang Pasang Bendera Partai, Warga Ditabrak dan Dipukuli Preman

10 Februari 2019, 09:35


Bali News - Kejadian pemukulan

Denpasar, LenteraEsai.com  – Salah satu anggota ormas berinisial GBL melakukan penganiayaan terhadap Wayan Nurata (46), warga asal Padangsambian Kaja.

Korban mengaku tidak menyangka pihak pelaku melakukan tindakan kekerasan lantaran sudah saling kenal.

Tindakan ini diperkirakan dipicu karena pelaku tidak diizinkan mengibarkan bendera Partai Demokrat, pada tiang yang berada depan rumah korban.

Saat terjadi pemukulan oleh preman itu, banyak orang menyaksikan karena terjadi di pinggir jalan raya Kebo Iwa, Padangsambian Kaja Denpasar, ujar korban kepada media, Sabtu (9/2/2019).

Nurata mengatakan, saat ia ke warung membeli rokok dengan mengendarai sepeda motor, tanpa peringatan lalu ditabrak pelaku dari samping. Korban mengaku langsung terjatuh dan pelaku pun melayangkan pukulan ke wajah korban.

“Saya dipukul berapa kali di wajah, untung ada tetangga menghalangi,” jelas Nurata.

Atas perlakuan tidak menyenangkan, pihaknya mengaku langsung melakukan visum ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan hasil dikeluarkan pihak rumah sakit, korban melapor ke Mapolsek Denpasar Barat.  Korban mengatakan baru selesai memberi keterangan awal terhadap penyedik.

Dihubungi terpisah Kanit Reskrim Polsek Denbar, Iptu Aji Yoga Sekar yang masih di Jakarta, membenarkan telah terjadi pelaporan penganiayaan dan pihaknya masih dalam proses penyidikan serta mendengarkan keterangan saksi. (LE-DP)