Klarifikasi Penganiayaan Ormas, Gus Cilik Sebut Videonya Terpotong

11 Februari 2019, 12:30


Bali News - Klarifikasi Penganiayaan Ormas, Gus Cilik Sebut Videonya Terpotong

Denpasar, LenteraEsai.com – Ketua DPC Partai Demokrat Denpasar, Anak Agung Ketut Asmara Putra alias Gus Cilik, menegaskan bahwa tidak ada kasus penganiayaan yang dilakukan oknum ormas di wilayahnya.

“Kasus yang terjadi antara GB dan Wayan Nurata, bukan penganiayaan GB terhadap Nurata seperti yang ramai diberitakan.  Mereka berdua terlibat perkelahian, dan sama-sama saling memukul,” kata Gus Cilik ketika ditemui di Denpasar, Minggu (10/2/2019).

Gus Cilik menjelaskan,  sebenarnya perkelahian antara GB dan Nurata, itu dikarenakan mereka berdua tanpa sengaja berpapasan di pinggir jalan raya Kebo Iwa, Padangsambian Kaja Denpasar. Saat berpapasan di jalan, keduanya lantas saling pandang memandang.

“Setelah saling  pandang, mereka berdua sama-sama menantang, hingga terjadi perkelahian tersebut. Saya menyayangkan kejadian perkelahian ini,” kata Gus Cilik yang maju sebagai caleg DPRD Kota Denpasar Dapil 2 nomor urut 1 dari Partai Demokrat.

Gus Cilik menegaskan, soal video yang beredar di media sosial, itu bukanlah gambaran utuh. Video itu terpotong, sehingga tidak menampilkan keseluruhan adegan perkelahian. Jadi seolah-olah, Nurata yang jadi korban penganiayaan sehingga mengalami luka-luka.

“Sekali lagi saya tegaskan, video itu terpotong. Aslinya keduanya saling memukul. Lagi pula tidak ada preman-premanan atau ormas kok,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya berdasarkan informasi awal yang didapat, pemicu pemukulan GB terhadap Nurata, diduga gara-gara korban sebelumnya melarang pelaku memasang bendera Partai Demokrat di depan rumahnya.

Pada saat kejadian Sabtu (9/2/2019), Nurata usai membeli rokok dan hendak pulang ke rumahnya.

Saat melewati Jalan Kebo Iwa Padangsambian, Nurata berpapasan dengan pelaku GB.

Tak disangka, pelaku yang mengendarai sepeda motor lantas menabrak Nurata hingga terjatuh dari kendaraan. Seketika GB menghampiri dan  langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi hingga mengakibatkan Nurata mengalami luka di pipi dan dagu. (LE-DP)