Bupati Karangasem Minta Anjing Piaraan Divaksin Guna Menekan Angka Rabies

Bupati Mas Sumatri didampingi Sekda Kab Karangasem I Gede Adnya Mulyadi saat menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Amlapura, LenteraEsai.com – Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyatakan sikap tegasnya dalam upaya pengentasan kasus rabies di Kabupaten Karangasem.

Ia mengimbau masyarakat agar dengan kesadaraan sendiri memvaksin anjing atau binatang piaraan lainnya. Jika tidak, sewaktu-waktu akan dilaksanakan pemusnahan hewan yang dikategorikan liar atau eleminasi oleh dinas terkait.

Bupati Mas Sumatri didampingi Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi menyampaikan hal itu saat menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dipimpin Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Drh I Wayan Mardiana MM  terkait pemberantasan penyakit rabies,  di Ruang Rapat Bupati Karangasem di Amlapura, Selasa (12/2/2019).

Bupati Mas Sumatri menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung apa yang direncanakan pihak provinsi dan pusat terkait pemberantasan penyakit rabies di Kabupaten Karangasem.

“Saya minta dinas terkait segera membuat imbauan kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk segera divaksin. Tujuannya untuk mengantisipasi dan mencegah kembali timbulnya kasus rabies.  Jika tidak mengindahkan imbauan tersebut, anjing yang terlihat berkeliaran di tempat-tempat umum sebaiknya ditembak saja,”  kata Bupati Mas Sumateri menegaskan.

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Drh I Wayan Mardiana MM menyampaikan, pemerintah provinsi mendukung pembebasan penyakit rabies di Bali, dan Karangasem menjadi prioritas untuk vaksinasi rabies. Untuk diketahui, penyakit rabies kini sudah delapan tahun berjangkit di Pulau Dewata, namun belum juga bisa dituntaskan.

Menurut dia, kasus rabies yang muncul di Karangasem tergolong sangat tinggi. Tercatat sebanyak 70 desa di kabupaten di penghujung timur Bumi Dewata ini yang sudah terdampak.

“Saya meminta komitmen dan dukungan Bu Bupati untuk memberantas rabies.  Dari bulan Maret sampai April mendatang kita akan mengadakan kegiatan vaksinasi massal secara serentak,” ujar Mardiana.

Mardiana melanjutkan, populasi anjing di Karangasem terhitung mencapai sekitar 51 ribu ekor. Pada saat itu hewan peliharaan, terutama anjing akan divaksinasi semuanya. Menurut data yang ada, selama ini sebagian besar satwa yang mengidap rabies adalah anjing yang tidak divaksin.

“Terkait dengan peraturan, kami berpedoman dengan Peraturan Pemda No 15 tahun 2009,” kata Mardiana dengan menambahkan, kegiatan vaksinasi massal tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping, menambahkan, kegiatan ini adalah program nasional. Selain bertujuan menekan angka penyebaran penyakit rabies di Bali, khususnya di Karangasem, juga untuk meningkatkan kenyamanan kegiatan pariwisata di Pulau Dewata.

“Kami mohon bantuan dan kerja samanya untuk menyelesaikan dan menuntaskan program ini,” ucapnya mengharapkan.

Tim Ahli Prof Dr Drh I Ketut Puja MKes juga ikut mengatakan, setelah dianalisis dari tahun ke tahun, seharusnya penanganan kasus rabies ini sangat mudah. Kuncinya dari perilaku masyarakat. Dari analisis, anjing yang sehat adalah anjing yang divaksin, dan yang berbahaya adalah anjing liar.

Namun kenyataannya, ketika turun ke lapangan untuk memberantas rabies, tim mendapat tantangan dari masyarakat. Kebanyakan masyarakat belum mengerti dan sadar akan pentingnya vaksin terdapat hewan peliharaannya.

“Untuk itu kami mengharapkan adanya imbauan resmi dari Pemkab, serta mohon kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk selama 30 hari pemberantasan penyakit rabies, dapat terus mengikutinya,” kata Ketut Puja.  (LE-Adv)