Banyak Baliho Caleg Terpasang, Pemundut Ida Bhatara Kesurupan

2 Maret 2019, 20:59


Bali News - Pemedek yang mengikuti prosesi melasti

Amlapura, LenteraEsai.com – Pemargin Ida Bhatara Turun Kabeh dari Besakih menuju Segara Klotok sempat terhalang karena banyaknya baliho caleg yang terpasang di hampir sepanjang rute yang ditempuh iring-irigan melasti tersebut,  Sabtu (2/3/2019).

Gerakan tersendat-sendat atas permargin Ida Bhatara itu utamanya terjadi setelah rombongan pengiring melewati Desa Menanga, Kecamatan Rendang terus menuju selatan.  Tampak lebih parah lagi setelah iring-iringan melewati Desa Pesaban, lanjut Bukit Jambul, Akah hingga masuk Kota Semarapura.

Beberapa pecalang dan petugas pegawal iring-iringan Ida Bhatara tersebut mengatakan bahwa cukup lambatnya gerakan sekitar 35 Pretima yang dipundut dengan jempana, terjadi sehubungan di sepanjang jalur yang dilalui cukup banyak terpasang tanda gambar para caleg peserta pileg 17 April mendatang.

Selain banyak tanda gambar yang berupa baliho, poster dan lainnya, di sepanjang jalur yang dilalui juga dinilai cukup ‘kotor’ secara niskala, sehingga tak pelak kalau kemudian menghambat perjalanan Ida Bhataha yang terbukti tidak suka dengan hal-hal yang dianggap ‘kotor’.

Ida Bhatara Ratu Bagus Pande atau Ida Bhatara Lingsing yang tergolong sangat ‘pingit’, misalnya, berkalai-kali tampak tidak kayun memargi begitu di jalur yang akan dilalui diduga kuat masih dalam keadaan ‘kotor’.

Selain itu, beberapa penjor yang terpasang dengan menggunakan tali atau jajan terbungkus plastik pun, sangat tidak disukai oleh iring-iringan Ida Bhatara. Akibatnya, petugas pengawal harus mencabuti dan merebahkan penjor-penjor tersebut untuk tidak menjadi penghadang bagi pemargir Ida Bhatara Turun Kabeh.

Hal tersebut membuat panitia karya mengalami kerepotan. Padahal sebelumnya panitia karya telah memberikan surat pemberitahuan kepada KPU agar menurunkan baliho caleg di sepanjang jalur pemargin Ida Bhatara.

Awalnya perjalan Ida Bhatara Turun Kabeh dari Pura Penataran Agung Besakih berjalan lancar. Namun begitu memasuki Desa Nongan, Pesaban, Gembalan, Tegak, dan Akah, pemargi Ida Bhatara mulai terusik oleh sesuatu yang dianggap ‘kotor’, termasuk karena cukup banyaknya baliho caleg yang masih terpasang.

Para pemundut Ida Bhatara Lingsir dan Ida Bhatara Ratu Bagus Pande yang berada  paling depan, dilaporkan kerap mengalami kesurupan secara silih berganti. Namun setelah baliho-baliho yang terpasang dicabut, baru Ida Bhatara mau melanjutkan perjalanan menuju Segara Klotok.

“Memang perjalanan menuju ke segara sedikit tersendat,” ujar Komang Eka Semaraputra, salah seorang pengarah yang ikut mengawal prosesi tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, pihaknya telah membersihkan semua baliho yang ada di sepanjang rute perjalanan melasti Ida Bhatara yang ada di wilayah Karangasem.

“Kalau di jalur wilayah Karangasem semua baliho telah dibersihkan, entah kalau di daerah lain,” katanya seraya menambahkan bahwa  untuk di luar Karangasem pihaknya tidak mengetahuinya. (LE-NIC)