Bupati Mas Sumatri Buka Festival Ogoh Ogoh

2 Maret 2019, 22:44


Bali News - Pembukaan Festival Ogoh-Ogoh

Amlapura, LenteraEsai.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Festival Ogoh-ogoh yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri , di Taman Budaya Candra Buana, Karangasem, Sabtu (2/3/2019).

Kegiatan festival dilakukan guna memenuhi aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Karangasem.

Masyarakat berharap pemerintah dapat memfasilitasi sebuah event dari aktivitas berkesenian generasi muda dalam bentuk pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh, seperti yang mereka lihat dan dengar telah dilaksanakan di beberapa daerah lain di Bali pada tahun lalu.

Festival yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam menyambut hari Raya Nyepi di Kabupaten Karangasem ini mendapat respon antusias dari masyarakat. Tampak dari penampilan maksimal para partisipan maupun masyarakat yang datang beramai-ramai untuk menonton atraksi Ogoh-ogoh yang juga dilombakan itu.

Bupati Mas Sumatri mengatakan, meski jumlah peserta masih belum terlalu banyak, pihakhya yakin kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas pemuda di tingkat desa/banjar. Ke depan event ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Karangasem, dan dapat diselenggarakan pada tingkat kabupaten dengan mengajak peserta yang lebih banyak.

Bupati Mas Sumatri mengatakan, pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh di Karangasem khususnya, telah menjadi aktivitas seni budaya yang mentradisi pada setiap perayaan Nyepi, meskipun sama sekali tidak menjadi bagian dari ritual Hari Raya Nyepi itu sendiri.

Perkembangan Ogoh-ogoh di Karangasem saat ini boleh dikatakan sudah semakin maju, sehingga dinilai sangat layak untuk disediakan ruang dan waktu dalam bentuk sebuah event festival sebagai ruang berkreativitas generasi muda, ujarnya.

Ia menuturkan, tahun Saka Bali 1940, adalah tahun terbaik dalam sepuluh tahun perhitungan. “Artinya hitungannya nge Windhu, maka dilaksanakan Upacara Agung Panca Wali Krama, periodisasi setiap tahun pembaharuan jagat semesta,” jelasnya.

Hal ini diartikan dalam keyakinan masyarakat, akan lahir dunia baru dalam kesucian. “Oleh sebab itu saya setuju dan mengapresiasi tentang tema lomba Ogoh-ogoh kali ini, yakni Desa Kala Patra.  Hal ini memiliki nilai pilosofi yang sangat tinggi, yaitu sebuah keharmonisan menuju harmoni jagat semesta,” katanya.

Untuk itu dalam Festival Ogoh-ogoh ini , ia berharap semua bermuara pada Sarwa Prani Hitang Karah, yaitu keharmonisan semua makhluk hidup. Boleh ada penilaian yang baik dan yang terbaik, tapi tidak boleh ada yang saling mengalahkan, karena sesungguhnya niat untuk saling mengalahkan bukanlah intisari dari hakekat hidup, tapi itu kecendrungan pikiran yang dikendalikan oleh emosi.

Semua nilai ini diimplementasikan dalam wujud seni dan budaya. Seni melahirkan jiwa halus, sabar, tenggang rasa, damai, dan harmonis. Budaya melahirkan prilaku tata krama yang sopan, teduh, ramah, ikhlas, dan lascarya. “Inilah hakekat jati diri orang Bali yang sesungguhnya. Untuk itu, setelah festival berlangsung marilah kita merenung bersama,” ucapnya.

Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa menyampaikan, jumlah partisipan Festival Ogoh-ogoh kali ini tercatat sebanyak 13 (tiga belas) Ogoh-ogoh. Peserta merupakan perwakilan dari Sekaa Teruna dari seluruh desa/kelurahan se-Kecamatan Karangasem.

“Jumlah ini memang jauh di bawah ekspektasi kami diawal, mengingat Ogoh-ogoh yang dibuat dan diarak pada saat Hari Pangerupukan tahun lalu di wilayah Kecamatan Karangasem, menurut estimasi kami bisa mencapai ratusan Ogoh-ogoh,” ucapnya.

Cokorda Alit menambahkan, beberapa penyebab kurangnya peserta yang ditemukan, di antaranya sebagian Sekaa Teruna belum bisa  memenuhi kriteria festival. Terutama kriteria terkait penggunaan bahan ramah lingkungan. Selain itu,antusiasme yang tinggi dengan harapan tampil maksimal membuat beberapa banjar dalam satu desa pakraman bergabung untuk membuat satu Ogoh-ogoh dalam rangka festival.

Kendala lain, lanjut Cokorda Alit, beberapa Sekaa Teruna mengalami kesulitan dalam menghimpun anggotanya yang sebagian besar berada di luar daerah.

Untuk proses penjurian dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap.  Pertama penilaian on the spot ke banjar- banjar sebagai lokasi pembuatan Ogoh-ogoh yang dilaksanakan dari tanggal 25-28 Februari 2019, dilanjutkan dengan penilaian kedua di lokasi daerah persiapan (DP) yang dilaksanakan Sabtu pagi, dan terakhir penilaian pada saat parade.

Ia menuturkan, sebagai sebuah event yang baru pertama kali diselenggarakan, Festival Ogoh-ogoh Kecamatan Karangasem pada tahun ini mengambil tema besar Desa, Kala, Patra, yang merupakan pemaknaan kedua dari tagline Karangasem The Spirit Of Bali.

“Sedangkan sub tema yang kami pakai adalah Buta Hita (Menenangkan Kekuatan Alam, Menciptakan Keharmonisan Jagat Raya Menuju Karangasem The Spirit Of Bali). Sub tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Karangasem pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, di mana sebagai wilayah dengan tingkat kebencanaan yang tinggi dan dalam beberapa tahun belakangan mengalami banyak kejadian bencana alam,” ujarnya.

Dikatakan, dalam konsep Agama Hindu, kondisi kerawanan dan ketidakseimbangan alam ini perlu dinetralisir melalui aksi nyata dan ritual keagamaan sebagai pengamalan falsafah Tri Hita Karana sebagai sebuah konsep keseimbangan absolut, dan pengejawantahan Konsep Rwa Bhinneda.

Keluar sebagai pemenang, juara 1 Banjar Kodok Darsana  St Anom Darsana,  juara 2 Desa Pakraman Padangkerta St Jaya Wikrama, juara 3 Banjar Tampuagan St Kumuda Jaya. Adapun hadiah bagi para pemenang disediakan berupa piala, piagam dan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta dipotong pajak untuk juara l,  Rp 7,5 juta dipotong pajak untuk juara II, dan Rp 5 juta dipotong pajak untuk juara IlI.

Pada kesempatan tersebut tampil baleganjur dari Komunitas Seni Wasesa Ananta Banjar Belong yang merupakan Duta Kabupaten Karangasem dalam Lomba Baleganjur Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019.

Dalam kesempatan ini hadir pula tokoh masyarakat I Gusti Made Tusan, Ketua DPRD Karangasem, Sekretaris Daerah, Forkopimda dan pimpinan  OPD lainnya. (LE-Adv)