Perupa Muda Tampilkan 35 Karya Abstrak-Dekoratif di Griya Santrian Gallery

Jumpa media di Griya Santrian Gallery, Sanur

Denpasar, LenteraEsai.com – Sebanyak 14 perupa muda menampilkan karya terbaik beraliran abstrak dan dekoratif dalam pameran bertema ‘Inner Expression’ di Griya Santrian Gallery, Sanur, pada tanggal 15 Maret hingga 15 April 2019.

Masing-masing perupa adalah I Komang Trisno Adi Wirawan, Kadek Darma Negara, Wayan Piki Suyersa, Tien Hong, Wayan Yusa Dirgantara, Putu Sastra Wibawa, Gede Oka Astawa, I Wayan Sudarsana, I Made Dabi Arnasa, I Gusti Agung Bagus Ari Maruta, I Wayan Adi Sucipta, I Made Rai Irawan, serta dua perupa undangan (Sang Putu Semara Jaya dan Dewa Gede Purwita).

Kegiatan ini bermula dari program kurasi, yang merupakan serangkaian dari kelanjutan program Arc of Bali art Awards yang telah terselenggara sejak 2018. Kegiatan adalah program rutin 2 tahunan yang mengangkat potensi perupa pemula (emerging artists).

“Pada tahun 2019 ini diselenggarakan program pameran yang melibatkan perupa yang memperoleh the best 5,” kata Kurator I Wayan Sriyoga Parta didampingi I Made Susanta Dwitanaya ketika memberikan keterangan media, Kamis (14/3/2019) siang.

Pameran dibuat menjadi beberapa program dengan menggabungkan kecenderungan karya penyelenggaraannya bekerja sama dengan beberapa venue di luar Bali dan di Bali.

“Dalam karya-karya abstrak kita melihat bagaimana para perupa berproses menggamit berbagai aspek elementer yang dikonstruksi sedemikian rupa terkenal Arkan dalam persepsi artistik masing-masing berupa menjadi sebuah struktur kerupaan yang utuh khas dan berlapis,” ujar Sriyoga Parta.

Made Susanta menambahkan, kegiatan ini mengundang perupa muda yang memiliki potensi. Kali ini juga mengajak perupa undangan untuk terlibat. “Pameran adalah upaya mendorong potensi pemula. Kegiatan Identik ini dengan perupa muda. Tidak hanya muda usia, untuk portfolio yang masih minim,” ujarnya Made Susanta.

Dia menambahkan, kerja sama ini untuk menghadirkan kerja sama terkini dalam bidang seni rupa Bali. Ke depan kerja sama dilanjutkan dengan venue-venue lainnya.

“Kami kali ini cenderung yang mengangkat materi abstrak, dekoratif. Ini ungkapan batin mereka yang tercermin lewat karya yang dihadirkan. Sekaligus untuk melihat kembali karya kreatif mereka. Ungkapan ekspresi mereka atau penjelajahan ekspresif,” tegasnya. (LE-DP)