Menu Click to open Menus
Home » NEWS » Longsor di Air Terjun, 40 Wisatawan Malaysia dan Domestik Terjebak

Longsor di Air Terjun, 40 Wisatawan Malaysia dan Domestik Terjebak

(15 Views) Maret 17, 2019 9:21 pm | Published by | No comment

Lombok Utara, LenteraEsai.com – Sebanyak 40 wisatawan asal negeri jiran Malaysia dan domestik terjebak material longsoran di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Senaru Bayan, Kabupaten Lombok Utara, setelah terjadi gempa bumi yang disusul bencana tanah longsor pada Minggu (17/3/2019) sore pukul 15.07 Wita.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lombok Utara, Deddy Mujaddid Muhas menyatakan, terdapat kurang lebih 40 orang wisatawan terkena longsoran di sekitar Air Terjun Tiu Kelep. “Korban tidak sedikit berasal dari Malaysia, di samping beberapa dari mereka adalah wisatawan domestik,” katanya.

Sementara itu, pihak BPBD dan Diskes Pemkab Lombok Utara telah menerjunkan 4 mobil ambulans ke lokasi kejadian bersama personel dan paramedis.  “Ada 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, yang kini dirawat di Puskesmas Bayan,” katanya.

Sementara sejumlah wisatawan yang masih berjebak gundukan tanah longsor di lokasi tersebut, kini masih dilakukan upaya evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Ia menyebutkan, bercana tanah longsor tersebut terjadi setelah pada Minggu, 17 Maret 2019 pukul 15.07.26 Wita, wilayah Kabupaten Lombok Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan M=5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,4.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km. Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 Wita terjadi gempa bumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, mengungkapkan

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Lombok Utara sebesar IV MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa sebesar III-IV MMI; Karangasem III-IV MMI, Denpasar dan Kuta III MMI.

Disebutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan dari gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Rahmat mengatakan, hingga pukul 16.00 Wita, berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (LE-LB)

Comment Closed: Longsor di Air Terjun, 40 Wisatawan Malaysia dan Domestik Terjebak

Sorry, comment are closed for this post.