Pengabdian Tulus Warga Binaaan Lapas Ikut Bedah Rumah TMMD

Warga binaan (baju oranye) bersemangat ikut membantu program bedah rumah TMMD

Oleh Tri Vivi Suryani

Siang di pertengahan Maret 2019 itu, matahari bersinar terik di Lingkungan Dukuh, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. Sejumlah orang berbaju oranye sama sekali tidak terganggu dengan cahaya panas matahari, dan terus bekerja mengaduk semen dilanjutkan mengangkuti batako untuk membangun rumah layak huni.

Ketika pewarta media Lenteraesai.com menyambangi para pekerja itu, salah seorang berbaju oranye bernama Anang Winarko (50) mengatakan dirinya merupakan warga binaan dari Lapastik Klas II/A Buungan Tiga, Bangli, yang dilibatkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa  (TMMD) ke-104.

“Saya terharu dan tidak menyangka diberi kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat. Meski berkeringat dan kadang lelah, tapi kegiatan ini lebih membahagiakan ketimbang terus-menerus berdiam di dalam Rutan Narkotika,” kata Anang Winarko yang berasal dari Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, ketika dijumpai di lokasi bedah rumah, pada Jumat (15/3/2019).

Kalau di dalam Rutan, lanjut Anang, dirinya lebih banyak melakukan kegiatan membuat kerajinan seperti sokashi, anyaman dan pernak-pernik hiasan rumah. Gerakannya pun terbatas karena kerajinan itu lebih banyak dikerjakan dengan duduk saja.

Sedangkan kalau dilibatkan dalam membangun rumah seperti saat ini, ia dapat bergerak lincah dan bisa bersosialisasi dengan warga. Satu hal yang membuatnya senang adalah tidak ada warga Peninjoan yang mencemooh atau mencibir karena ia seorang warga binaan. Semua orang memperlakukan dengan baik, sehingga ia betah dengan turut terlibat membangun rumah milik warga kurang mampu Made Kuswanta, seorang buruh harian mengukir yang rumahnya terpaksa dirobohkan karena terkena dampak pelebaran jalan baru. Namun sebagai gantinya, buruh harian itu mendapatkan rumah baru yang lebih layak dan kondisinya jauh lebih baik.

 

Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto MSc selaku Dansatgas TMMD mengapresiasi warga binaan yang mau bekerja keras membantu bedah rumah

“Kegiatan ini menjadi pengabdian tulus saya. Meski hanya memberi sedikit bantuan dengan ikut membangun rumah, semoga apa yang saya lakukan bisa berarti bagi saudara-saudara warga desa di sini. Dan semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi contoh bagi warga binaan yang lain. Bahwa meski menjadi warga binaan, namun tetap bisa memberikan pengabdian dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” kata Anang yang telah divonis 5 tahun atas kasus penyalahgunaan narkotika dan sudah menjalani masa tahanan selama 2 tahun ini.

Warga binaan lain yang turut dilibatkan dalam kegiatan TMMD ialah Wayan Tarip (60) asal Desa Subaya, Kintamani, Bangli. Pria ini sebelumnya divonis penjara selama 5,3 tahun atas perbuatan pelecehan terhadap anak di bawah umur. Kini ia harus hidup di balik terali besi di Rutan Klas II/B Bangli sejak 11 bulan lalu.

Sembari mengusap keringat, Tarip mengungkapkan kegembiraan dapat mengikuti kegiatan membangun di TMMD ini. “Kalau di dalam Lapas, saya merasa bosan karena kegiatannya hanya membuat kerajinan. Suasana ngobrolnya tidak riang gembira, seperti halnya di bedah rumah ini,” kata Tarip.

Ketika ia diikutkan program TMMD, Tarip melanjutkan, ia merasakan semangat hidupnya bangkit lagi. Dengan mengikuti aktivitas di TMMD ini, maka ada kegiatan positif, merasakan udara segar dan ada orang-orang untuk diajak bersenda gurau.

Sembari bercanda, Tarip mengatakan kalau saja boleh ia ingin menghabiskan masa tahanan dengan menjadi pekerja di program TMMD sehingga dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus berolah raga.

“Tidak terkira girangnya saya dapat bekerja di sini. Membantu membangun MCK, memperbaiki kantor serta mengecat beberapa bangunan. Waktu berjalan tidak terasa, tahu-tahu sudah sore. Jika di dalam Lapas, waktu itu terasa panjang sekali. Kalau di kegiatan TMMD, saya biasa membantu dari pukul 08.00 – 16.30 Wita. Tapi waktu tidak terasa berjalannya,” katanya.

Tarip mengharapkan agar kegiatan melibatkan warga binaan membantu program TMMD supaya dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sangat diperlukan, agar warga binaan tetap bisa bersosialisasi dengan masyarakat, sekaligus mengurangi kejenuhan jika terus-terusan berada di dalam tahanan. “Ini juga untuk mengurangi rasa bersalah kami, dengan mencoba berbuat baik pada masyarakat. Yang jelas kami akan mencoba memperbaiki diri,” katanya sedih.

Tetap Dalam Pengawasan

Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto MSc selaku Dansatgas TMMD menyatakan, dalam program TMMD ke-104 ini adalah 10 orang warga binaan yang dilibatkan. Masing-masing berasal dari Lapastik Klas II/A Buungan Tiga dan Rutan Klas II/B Bangli, yang dipilih karena memiliki kemampuan di bidang pertukangan dan mempunyai pengalaman membangun tempat tinggal.

“Ketika diberi kesempatan ikut di program TMMD, ternyata warga binaan itu merasa sangat berterima kasih. Saya anggap kegiatan ini positif, untuk memberi kesempatan pada warga binaan untuk melewati masa kesalahan dengan memperbaiki diri,” kata Dandim Bangli.

Dandim Bangli menyatakan, meski warga binaan saat ini berada di alam bebas dengan membantu di program TMMD, namun tetap berada di bawah pengawasan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. Namun sejauh ini, tingkah laku atau sikap warga binaan terbilang baik-baik saja dan mampu dengan cepat bekerja sama dengan masyarakat.

Sementara itu, Perbekel Desa Peninjoan, I Dewa Nyoman Tagel menyatakan kehadiran warga binaan sama sekali tidak membuat kesan negatif terhadap kelangsungan program TMMD ini. Dinilainya, sejumlah warga binaan yang terlibat dalam TMMD rata-rata cepat membaur dan mau bekerja keras untuk menyelesaian setiap pekerjaan.

“Warga binaan membantu bedah rumah, membuat MCK dan perbaikan kantor. Setelah beberapa kali berinteraksi dengan penduduk saat gotong royong, warga binaan makin timbul kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu, karena melihat sikap kami yang terbuka menerima mereka. Dan kami sangat berterima kasih, sebab warga binaan sudah membantu di TMMD ini, sehingga target pekerjaan cepat terselesaikan,” kata Dewa Tagel.