Menu Click to open Menus
Home » Denpasar » Gubernur Koster Soroti Kelangkaan ‘Nyoman-Ketut’ pada Masyarakat Bali

Gubernur Koster Soroti Kelangkaan ‘Nyoman-Ketut’ pada Masyarakat Bali

(27 Views) Maret 18, 2019 2:03 pm | Published by | No comment

Denpasar, LenteraEsai.com -Pertumbuhan penduduk Bali dalam 5 tahun terakhir ini cenderung stagnan atau hampir konstan. Hal ini terjadi dikarenakan angka kelahiran dan kematian hampir berimbang angkanya.

“Angka pertumbuhan penduduk di Bali dalam 5 tahun terakhir ini terbilang kecil. Bagi saya, ini bukan prestasi yang patut dibanggakan,” ujar Gubernur Koster ketika memberikan sambutan pada acara
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Bali Tahun 2019 yang berlangsung di Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Senin (18/3/2019).

Pada kegiatan yang mengusung tema ‘Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program KKBPK dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas’ ini, Gubernur Koster yang sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyebutkan, justru yang seharusnya menjadi prestasi di bidang kependudukan adalah bagaimana membangun keluarga yang sehat, cerdas dan kuat.

Gubernur Koster menekankan, memang tidak terjadi defisit penduduk, namun angka pertumbuhan penduduk dalam 5 tahun terakhir terhitung sedikit. Artinya, disiplin keluarga berencana itu berhasil.

Justru, lanjutnya, hal ini bisa dikatakan kurang membahagiakan karena Bali itu memiliki warisan tradisi. Anak pertama dinamakan Gede, Wayan dan Putu. Anak kedua, Made dan Kadek. Anak ketiga, Nyoman dan Komang. Dan anak keempat, dinamakan Ketut.

“Nah, kalau cuma punya 2 anak, artinya Nyoman dan Ketut tidak ada lagi. Coba saja cek di rumah-rumah, memang sudah langka itu ada anak bernama Nyoman dan Ketut di rumah,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menyatakan pihaknya ingin merubah paradigma kependudukan di Bali. Seyogyanya masyarakat tidak fokus mengurangi jumlah anak, tapi lebih dipentingkan bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan serta direncanakan dengan baik.

“Dengan demikian, anggota keluarga akan sehat, cerdas, kuat, tangguh, berdaya saing, produktif, serta bisa berkontribusi positif,” tegasnya. (LE-DP)

Tags: , ,
Categorised in: ,

Comment Closed: Gubernur Koster Soroti Kelangkaan ‘Nyoman-Ketut’ pada Masyarakat Bali

Sorry, comment are closed for this post.