Menu Click to open Menus
Home » Denpasar » Gubernur Koster Akan Bangun Rumah Desain Produk Pertanian

Gubernur Koster Akan Bangun Rumah Desain Produk Pertanian

(6 Views) Maret 21, 2019 9:11 pm | Published by | No comment

Denpasar, LenteraEsai.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong sektor pertanian di Bali agar terus mengalami kemajuan.

Setelah menerbitkan Pergub No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Gubernur Koster berharap produk pertanian Bali yang sudah terkenal bisa diekspor ke mancanegara menyaingi produk dari Bangkok.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemprov Bali akan membuat kebijakan yang menyentuh sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir, kata Gubernur Koster saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, di Pelabuhan Benoa Denpasar, Kamis (21/3).

Gubernur menilai kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi Bali yang hanya 14,5 persen terlalu kecil dibandingkan dengan potensi yang sebenarnya. “Karena itu, kalau Pergub sudah berjalan, masuk ke hotel dengan harga minimum 20 persen di atas harga produksi, industri berkembang, sentranya berkembang, lantas kami akan mendorong produk ekspornya berstandar,” kata Gubernur yang juga Ketua PDI Perjuangan Bali.

Salah satu program yang akan dikembangkannya adalah membuat rumah desain sebagai tempat membuat desain kemasan produk-produk pertanian yang akan diekspor. Selain itu, Gubernur juga mengaku akan meminta masukan dari para eksportir untuk mengurangi hambatan dan kesulitan yang ada.

“Beri kami pengetahuan apa yang dilakukan negara lain supaya kami bisa mengimbangi produk-produk mereka,” ujarnya mengharapkan.

Suatu upaya yang sedang dilakukan Gubernur Koster adalah bagaimana membuat produk pertanian Bali lebih awet dan tahan lama dengan radiasi gamma. Salah satu negara yang sudah melakukan ini adalah Thailand.

Ia mengatakan, Bangkok saat ini sudah memiliki enam alat seperti itu, sementara Indonesia apalagi Bali belum memilikinya. Kabupaten Buleleng menurutnya telah membuat proposal studi untuk mengadakan alat tersebut.

“Saya dalam waktu dekat akan mengupayakan itu supaya nantinya barang-barang (pertanian) begini tidak cepat busuk, rusak dan tidak ada ulatnya. Dengan kata lain, hasil pertanian nantinya dapat bertahan lama, sehingga tidak akan jatuh harganya,” kata Gubernur Koster menjelaskan.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan, pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.

Menurut Terunanegara, selama ini tidak ada notifikasi non-complian dari negara tujuan, yang artinya produk pertanian Bali sudah sesuai standar. Sementara mulai Maret 2019 ini, produk pertanian yakni salak gula pasir mulai melakukan ekspor perdana sebanyak 0,5 ton ke Kamboja. Ke depan sedang dipersipakan secara rutin ekspor salak jenis ini sebanyak 50-100 ton per bulan.

Acara pelepasan ekspor tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta Imam Djajadi, anggota Komisi IV DPR RI Made Urip dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra. (LE-Adv)

Comment Closed: Gubernur Koster Akan Bangun Rumah Desain Produk Pertanian

Sorry, comment are closed for this post.