Gunung Agung  Terus Bergetar, Pencarian Pendaki Ditunda

13 April 2019, 10:29


Bali News - Tim relawan Pasebaya Agung

Amlapura, LenteraEsai.com –  Usai erupsi pada hari Kamis tanggal 11 April 2019 pukul 18:47 Wita, hingga kini Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, masih sering mengeluarkan getaran.

Hingga pagi ini pada Sabtu (13/4/2019), Gunung Agung kembali mengeluarkan getaran. Akibatnya, proses pencarian terhadap wisatawan yang melakukan pendakian akhirnya ditunda.

“Gunung Agung terus bergetar dan  kondisi lapangan  berkabut dengan  jarak pandang 5 meter. Akhirnya kami sepakat menarik relawan kemanusiaan Pasebaya Agung yang telah bergerak di lapangan, untuk kembali ke parkir VIP Pasar Agung sambil menunggu perkembangan,” kata Wayan Suara Arsana, Sekretaris Pasebaya Agung ketika memberikan keterangan dari wilayah parkir Pasar Agung, Karangasem, Sabtu (14/4/2019).

Suara Arsana melanjutkan,  disepakati mereka akan menunggu perkembangan hingga pukul 12.00 Wita. Hal ini dilakukan berdasarkan patokan, mayoritas wisatawan akan turun  dari puncak gunung berkisar pada tengah hari.

Jika tidak kunjung ditemukan tanda-tanda keberadaan para wisatawan itu, maka relawan Pasebaya Agung akan membuat laporan lanjutan pada pihak Basarnas, BPBD dan aparat kepolisian.

“Diketahuinya ada pendaki karena semalam dilihat ada sinar lampu menuju puncak gunung. Dan  Sabtu pagi ini, kami menemukan 2 sepeda motor di parkiran Pasar Agung,” kata Suara Arsana mengakhiri keterangan.

Sementara itu, sebelumnya ada dua warga negara asing yang mendaki kemudian tersesat di kawasan puncak Gunung Agung, Karangasem, akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan menyusuri lereng dan tebing-tebing curam menuju jalan setapak di daerah lereng gunung tersebut.

Petugas yang ambil bagian dalam operasi SAR tersebut lewat radio komunikasi, Jumat (29/3/2019) malam melaporkan, upaya evakuasi terhadap dua pendaki kini tengah dilakukan dengan nyusuri jalan setapak di kemiringan yang cukup terjal menuju jalur ke arah Pura Pasar Agung, Kabupaten Karangasem.

Dikatakan, dengan susah payah dua bule yang sudah dalam kondisi fisik kelelahan setelah lebih dari 24 jam berada dan tersesat di kawasan puncak Gunung Agung, secara perlahan berhasil dievakuasi dengan cara dipapah. (LE-KR)