Wagub Cok Ace: Wisatawan Sepi Bukan Karena Pemilu

17 April 2019, 23:08


Bali News - Wagub Cok Ace beserta istri menggunakan hak suaranya datang ke TPS 6 Ubud Tengah, Gianyar

Gianyar, LenteraEsai.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menggunakan hak suaranya dengan mengendarai sepeda motor datang melakukan pencoblosan ke TPS 6 Ubud Tengah, Kabupaten Gianyar, Rabu (17/4/2019).

Dengan didampingi oleh Ny Tjokorda Istri Putri Hariyani Sukawati beserta keluarga, Wagub Cok Ace menyampaikan rasa senang dan syukur karena pemilu bisa berjalan dengan damai dan lancar di Bali. “Saya juga senang dengan partisipasi warga yang begitu tinggi untuk memilih dalam pemilu kali ini,” ujarnya.

Mengenai banyaknya lembar kertas suara, Wagub Cok Ace sempat menyatakan kekhawatirannya, terutama terhadap para orang tua yang diduga akan mengalami kesulitan ketika mencoblos. “Saya hanya agak khawatir jika para orang tua akan mengalami kesulitan saat memilih, karena kertas suara yang banyak dan lebar,” ujarnya sembari mengharapkan hal itu tidak menjadi halangan ketika mereka mencoblos.

Disinggung tentang pengaruh pemilu terhadap dunia pariwisata, dengan tegas tokoh Puri Ubud ini menyampaikan, keduanya tidak ada keterkaitan. Menurutnya, wisatawan kini terlihat cukup sepi atau sedikit yang datang ke Bumi Dewata bukan karena pemilu, melainkan karena memang di Bali sedang memasuki ‘low season’ atau penurunan jumlah wisatawan yang biasa terjadi di bulan Maret dan April.

“Sudah biasa terjadi setiap dibanya bulan Maret dan April. Jadi bukan karena pemilu,” ujar Wagub menegaskan. Sementara untuk industri pariwisata, lanjut dia, pihaknya sudah merancang sedemikian rupa, sehingga karyawan yang ada bisa ikut mencoblos di hari pemungutan suara.

Dalam kesempatan itu, TPS tempat Wagub Cok Ace juga dikunjungi oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dan Ketua KPUD Bali I Dewa Agung Gde Lidartawan. Kedatangan mereka ke Ubud adalah serangkaian roadshow keliling Bali untuk memastikan pemilu berjalan lancar dan damai serta tidak ada pelanggaran hak warga menggunakan hak konstitusinya.

Irjen Pol Petrus Golose menegaskan bahwa setiap warga negara berhak menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani mereka. “Sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi kemaren, setiap warga berhak memilih dan tidak dibatasi waktu hingga pukul 1 siang saja. Petugas berkewajiban menunggu masyarakat meskipun sampai sore. Jadi saya sekarang keliling Bali dengan Ketua KPU Bali untuk memastikan peraturan tersebut sudah berjalan dengan baik,” katanya. (LE-Adv)