Gunung Bergetar, Ada Kode Sinyal Lampu di Lereng Agung

20 April 2019, 21:18


Bali News - Lampu terlihat di lereng Gunung Agung

Amlapura, LenteraEsai.com – Dua nyala lampu senter terlihat mendekati rute puncak kawah Gunung Agung pada Sabtu (20/4/2019) malam. Kelap-kelip lampu terlihat oleh warga dan relawan sejak sekitar pukul 19.10 Wita.

Berdasarkan pantauan sejumlah relawan kemanusiaan Pasebaya Agung yang disiarkan melalui radio komunikasi handy talkie (HT), terungkap bahwa dua nyala cahaya lampu senter itu terlihat jelas dari Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Cahaya lampu tampak seperti memberikan kode sinyal morce, namun terus bergerak menuju arah ke puncak gunung.

Ketua Satgas TRC-IKB (Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat Informasi Komunikasi Bencana) RAPI Wilayah 04 Karangasem Jro Wayan Gede Astika (JZ14YGA) ketika dikonfimasi, membenarkan adanya pendaki yang tengah naik ke Gunung Agung. Hingga kini Tim TRC-IKB RAPI Wilayah 04 Karangasem bekerja sama dengan Pasebaya Agung, terus mengadakan pemantauan terhadap aktivitas pendaki, meski dari jarak yang cukup jauh.

“Kami sempat khawatir juga, karena sempat terjadi getaran gempa di kawasan lereng gunung. Yang jelas kami terus melakukan pemantauan, khususnya menggunakan CCTV Potsar Radio 115 Singaraja dan Kubu,” ujar Jro Wayan, sembari menyatakan kekhawatiran jika para pendaki itu tersesat atau mengalami suatu kejadian.

Jro Wayan menambahkan, rekannya bernama Putu Dana, anggota Pasebaya Agung, telah malaporkan bahwa ditemukan tiga sepeda motor di area parkir Pura Pasar Agung, di bagian lereng atas Gunung Agung. Ketiga sepeda motor itu diletakkan agak tersembunyi di kawasan semak-semak.

Relawan menduga ketiga sepeda motor tersebut merupakan kendaraan yang dipakai para pendaki untuk bisa sampai ke tempat parkir Pura Pasar Agung, sebelum mereka menempuh rute jalan setapak yang terjal menuju daerah puncak Agung

Sementara itu, pada pekan lalu tercatat empat warga negara asing yang nekad melakukan pendakian menuju puncak Gunung Agung, yang hingga kini masih berstatus Level III (Siaga). Mereka mendaki pada hari Jumat (12/4/2019) lalu pukul 17.00 Wita.

Keempat pendaki tersebut, Trikhanovid Paver (25) dan Trikhanovid Athalika (26) dari Belarusia, serta Olga (20) dan Artem (25) dari negara Rusia. Keempat orang itu adalah dua pasang kekasih. Mereka semula berencana naik ke gunung karena penasaran ingin melihat kondisi Gunung Agung yang belakangan sering erupsi.

Di tengah perjalanan, mereka bingung dan tidak paham dengan jalur menuju ke puncak gunung. Takut tersesat, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali turun, hingga kemudian mendapatkan pertolongan dari tim Pasebaya Agung. (LE-KR)