Gunung Agung Erupsi, Keluarkan Sinar Glow dan Bergemuruh

21 April 2019, 06:32


Bali News - Gunung Agung Erupsi, Keluarkan Sinar Glow dan Bergemuruh

Amlapura, LenteraEsai.com – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem mengalami erupsi hari Minggu tanggal 21 April 2019 pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 55 detik.

Operator Relawan Kemanusiaan Pasebaya Agung Jro Mangku Made menyatakan, terdengar suara gemuruh saat terjadinya erupsi kali ini. “Terlihat ada sinar glow dari puncak kawah sisi timur Gunung Agung,” katanya melalui siaran di handy talkie (HT) frekuensi Pasebaya Agung.

Usai terjadinya erupsi gunung, sejumlah wilayah terpapar hujan abu vulkanik. Seperti, Muncan, Temukus, Rendang, Yeh Kori, Sebudi, seputaran Blatung, Batu Sesa, Bebandem bagian atas hingga sampai wilayah Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, saat ini Gunung Agung berada pada status level III (Siaga). Direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung, agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (LE-KR)