Ancaman Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Lili Berada di Laut Timor

9 Mei 2019, 18:20


Bali News - Ancaman Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Lili Berada di Laut Timor

Jakarta, LenteraEsai.com – Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Kamis (9/5/2019) pukul 10.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S mengalami penguatan signifikan.

BMKG menyatakan bibit siklon tropis tersebut sebagai ‘Siklon Tropis Lili’ dengan posisi koordinat di 8.9 °LS 128.7°BT berada di sekitar perairan Laut Timor atau Selatan Perairan Laut Banda. “Saat ini kecepatan angin maksimum di pusat siklon mencapai 35 – 40 knot dengan tekanan minimum hingga 1000 hPa dengan arah gerak ke Selatan-Barat Daya,” kata Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati MSc PhD melalui rilis pada media.

Dia mengatakan, siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrem ini wilayah Indonesia Timur dan Timor Leste, antara lain:

– *Hujan dengan intensitas sedang – lebat* berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, NTT bagian timur, dan Timor Leste.

– *Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam* berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan.

– *Gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.50 m* berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Perairan Kep. Kei – Aru, Laut Arafuru bagian timur.

– *Gelombang dengan ketinggian 2.50 – 4.0 m* berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan

– *Gelombang dengan ketinggian 4.0 – 6.0 m* berpeluang terjadi di Perairan Kep. Sermata – Leti – Kep. Babar – Tanimbar, Laut Timor.

“Adanya peningkatan tinggi gelombang akibat Siklon Tropis pada tanggal 08 – 11 Mei 2019 di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kep. Sermata – Leti – Kep. Babar – Tanimbar, Laut Timor perlu diwaspadai, karena transportasi laut di sekitar daerah terdampak siklon tropis diperkirakan akan terganggu,” ujar Dwikorita.

BMKG terus memantau perkembangan Siklon Tropis Lili ini setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. “Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati pada potensi hujan lebat yang timbul karena juga berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor dan banjir bandang,” katanya. (LE-JK)