Tangan dan Kaki Dirantai, Ismaya Diringkus Terkait Narkoba

21 Mei 2019, 15:14


Bali News - Ismaya yang diamankan petugas berwajib

Denpasar, LenteraEsai.com – I Ketut Ismaya Putrajaya (40), mantan sekjen sebuah ormas di Bali yang terlibat pelanggaran narkoba, diringkus pihak Satnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali.

Pria yang menetap di kawasan Denpasar Timur yang juga gagal ke Senayan setelah mencalonkan diri sebagai anggota DPD Dapil Bali pada pileg 2019 itu, ditangkap petugas di depan Kantor Pos Jalan Seroja Denpasar Utara pada Rabu (15/5/2019) dini hari lalu sekitar pukul 04.00 Wita.

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan SIK SH MH kepada pers di Denpasar, Selasa (21/5) mengungkapkan, saat ditangkap, pelaku diketahui datang ke tempat itu bersama seorang saksi kejadian berinisial GW (25) dengan mengendarai sepeda motor Vario.

Begitu tiba di lokasi, pelaku Ismaya masuk ke dalam ruang Atm Mandiri yang ada di areal kantor pos, sedangkan saksi yang membawa sepeda motor masih berada di luar Atm dengan mesin motor masih dalam keadaan hidup.

Setelah keluar dari ruang Atm, Ismaya terlihat oleh petugas sedang mengambil sesuatu di bawah plang Atm tersebut, kemudian bergegas menuju temannya yang masih tetap duduk di atas sadel sepeda motor.

Melihat itu, polisi langsung memberikan peringatan kepada pelaku untuk tidak bergerak, tetapi yang bersangkutan malah lari dan membuang sesuatu dari genggaman tangannya. Polisi yang melakukan pengejaran, akhirnya berhasil meringkus pelaku.

“Pelaku sempat hendak melarikan diri, tetapi kami berhasil mengamankan, selanjutnya dengan disaksikan oleh saksi kepala lingkungan, kami tunjukkan barang bukti sabu yang sebelumnya pelaku buang,” ujar Kapolresta Setiawan.

Barang bukti yang berhasil diamankan saat pelaku ditangkap berupa 1 buah kotak rokok Marlboro merah berisi sabu-sabu seberat 0,73 gram. “Barang bukti dan urine pelaku sudah kami lakukan pengecekan ke lab forensik dengan disaksikan oleh kuasa hukum yang hasilnya positif Metamfetamina,” katanya menjelaskan.

Terhadap pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Untuk pengusutan lebih lanjut, Ismaya kini nampak mendekam di ruang tahanan Mapolresta Denpasar dengan bagian kaki dan tangan diikat rantai besi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan pelaku diketahui mantan sekjen ormas besar di Bali. (LE-DP)