Gunung Agung Bergemuruh, Titik Api Bakar Semak Belukar

24 Mei 2019, 23:55


Bali News - Gunung Agung tengah erupsi

Amlapura, LenteraEsai.com – Untuk kesekian kalinya, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, mengalami erupsi.

Kali ini, erupsi terjadi pada tanggal 24 Mei 2019 pukul 19.23 Wita. Pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG mencatat, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik. Erupsi disertai suara gemuruh sedang hingga kuat yang terdengar di pos pengamatan. Erupsi juga disertai lontaran batu/lava pijar sejauh 2,5 km hingga 3 km ke segala arah. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sebaran abu vulkanik dan pasir mengarah ke selatan.

BPBD melaporkan hujan abu dan pasir terjadi di beberapa tempat. BPBD Karangasem melaporkan hujan dan pasir turun di 9 desa. Beberapa daerah yang terpapar hujan abu dan pasir tebal yakni: 1. Desa Pempatan (Dusun Pura Gae dan Pemuteran), 2. Desa Besakih (Dusun Temukus, Angsoka, Kesimpar, Dusun Besakih dan Kangin, 3.Desa Menanga (Dusun Belatung, Pejeng dan Menanga), 4. Desa Sebudi: Telung Bhuana, Pura, Lebih, Badeg Dukuh, Sogra, Sebun, Sebudi, dan Bukit Galah, 5. Desa Muncan, 6. Desa Amerta Bhuana, 7. Desa Nongan, serta 8. Desa Rendang. Saat itu, nampak titik api masih terlihat membakar semak belukar di puncak Gunung Agung.

Sementara itu, BPBD Bangli melaporkan hujan abu turun dengan intesitas tebal. Hujan abu melada 3 kecamatan yaitu: Kecamatan Tembuku (Desa Bangbang, Desa Jehem, Desa Peninjoan, dan Desa Yangapi),
Kecamatan Bangli (Desa Landih, Desa Pengotan, Desa Kayubihi, Kelurahan Kubu, Kelurahan Cempaga dan Kelurahan Kawan, serta Kecamatan Susut (Desa Susut dan Desa Demulih).

“Status Gunung Agung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi masyarakat/pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari puncak. Jarak antara puncak Gunung Agung dengan Bandara Internasional IGK Ngurah Rai jauh, yaitu sekitar 70 km sehingga bandara aman. Hingga saat ini Bandara Internasional IGK Ngurah Rai tetap beroperasi normal. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal. Bali aman,” ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui rilis pada media.

Menurut Sutopo, erupsi pada malam ini bukan yang pertama kali, namun sudah beberapa kali.Tiga erupsi Gunung Agung terakhir tercatat pada 12 Mei, 18 Mei dan 24 Mei atau hampir setiap 6 hari sekali dengan karakter yang hampir sama. PVMBG terus memantau dengan intensif perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan ikuti semua rekomendasi PVMBG. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman masih berada di zona aman. (LE-KR)