Kerikil Guyur Kawasan Lereng Gunung Agung

24 Mei 2019, 20:41


Bali News - Gunung Agung

Rendang, LenteraEsai.com – Hujan kerikil bercampur pasir dan debu, mengguyur sejumlah desa di kawasan lereng atas Gunung Agung pascaterjadinya erupsi gunung setinggi 3.143 meter di atas permukaan laut itu pada Jumat (24/5/2019) malam pukul 19.23 Wita.

Hujan kerikil dan material vukkanik lainnya itu dilaporkan turun di Desa Temukus, Lebih, Simpar, Junggul, Belatung, Pejeng, Muncan, Pura, Embung dan Yeh He, yang umumnya berada di bagian lereng atas, antara empat sampai tujuh kilomoter dari puncak kawah Gunung Agung.

Munculnya hujan kerikil yang diawali suara dentuman cukup keras tersebut sempat membuat panik warga yang bermukim di beberapa desa di lingkar gunung, namun setelah pihak relawan Pasebaya Agung mengimbau melalui radio frekuensi agar masyarakat tidak panik, akhirnya warga kembali tenang.

Petugas pada Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali mengungkapkan, erupsi pada malam hari itu diwarnai dengan semburan lava pijar ke segala arah dari puncak kawah sejauh antara tiga sampai 3,5 kilometer.

Lava pijar yang menyembur bagaikan kembang api hingga mirip bintang-bintang bertaburan di tengah kegelapan malam itu, sempat membuat pemandangan yang cukup indah, meski terasa cukup menegangkan.

Kendati demikian, bersyukur taburan bintang yang disertai lelehan lava pijar ke arah timur dan tenggara dari puncak kawah tersebut, dilaporkan tidak berlangsung lama, sehingga masyarakat kembali tenang.

Pihak Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terekam pada perangkat seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 4 menit 30 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati sehubungan bagian puncak gunung tertutup awan cukup tebal.

Meski demikian, status Gunung Agung masih dinyatakan berada pada Level III (Siaga), dengan rekomendasi, masyarakat/pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru, ujar petugas. (LE-KR)