HPI Babel Ubah Lahan Kritis jadi Surga Semangka dan Sorgum

11 Juni 2019, 16:51


Bali News - HPI Babel Ubah Lahan Kritis jadi Surga Semangka dan Sorgum

Babel, LenteraEsai.com – Jikalau ada kemauan di situ pasti ada jalan. Pepatah bijak ini tentunya tak lepas dari pemikiran para pewarta yang tergabung dalam Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Provinsi Kep Bangka Belitung (Babel).

Falsafah bijak itu pun kini dibuktikan dengan ‘menyulap’ suatu kawasan lahan kritis ex tambang, kini telah diolah menjadi lahan yang bermanfaaat. Lahan tersebut selain ditanami sorghum juga digunakan untuk penanaman tanaman buah semangka.

Alhasil, sejumlah bibit tanaman buah semangka tersebut kini telah tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Bahkan dalam waktu dekat ini tanaman buah semangka yang ditanam  oleh pihak HPI Babel di kawasan lahan milik Pemprov Babel (Islamix Center) bakal siap dipanen.

Kepada awak pers, Adityawarman wakil ketua  Bidang Humas dan Antar Lembaga HPI Babel, menyampaikan di lokasi lahan Islamic Center Parit Enam yang dikelola oleh HPI Babel selain ditanam sorghum saat ini juga ditanam semangka, dan direncanakan bulan depan akan dipanen.

” Ada sekitar setengah hektar yang sudah HPI Babel  tanam semangka selain sorghum, sebagai  uji coba untuk melihat tanaman apa yang cocok dikembangkan dilahan kritis seperti ini,” ujar Adit saat ditemui Jurnalis Babel di lokasi Kebun Sorghum HPI Babel Islamic Center Parit Enam, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, Ketua HPI Babel Rikky Fermana  menyampaikan pemanfaatan  lahan kritis atau lahan eks lokasi penambangan pasir timah di kawasan Islamic Center milik pemprov Babel  telah lama terpikirkan olehnya untuk dilakukan restorasi dan pemanfaatannya agar bisa memberikan contoh adanya sinergitas dan kerjasama yang saling mendukung dan bermanfaat.

“Sebenarnya sudah lama terpikirkan oleh saya bagaimana memanfaatkan kembali lahan kritis yang sudah porak-poranda ini. Impian saya tak lain semata-mata ingin mewujudkan lahan kritis ini menjadi surga untuk tanaman semangka selain tanaman shorgum,” ucap Rikky Fermana yang akrab disapa dengan panggilan ‘Sinyu PenGkaL’.

Selain itu alumni UNPAS Bandung jurusan Hubungan Internasional ini pun berharap kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya dapat menjadi contoh bagi para organisasi pewarta/jurnalis lainnya yang ada di Babel.

“Jadi jauhkanlah sifat iri dan dengki. Mari berpikir positip untuk kemajuan sesama profesi. Kebersamaan dan kekompakan serta saling menghormati sesungguhnya adalah modal utama untuk kita menjadi besar,”  katanya. (LE-BB)