Karya Siswa SLB se-Bali Ditampilkan di Ajang PKB

3 Juli 2019, 14:10


Bali News - Lukisan Hendrik diminati pengunjung PKB

Denpasar, LenteraEsai.com – Hasil karya seni dan kerajinan siswa siswi SLB se-Bali kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Untuk pertama kalinya, hasil karya mereka ditampilkan dan diperjualbelikan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke-41 di Art Centre, Denpasar.

Hasil karya seni dan kerajinan tersebut tidak hanya berupa lukisan dengan sejumlah corak dan warna, namun ada juga yang berwujud keben, gerabah, aneka anyaman dari bambu dan beberapa kerajinan yang terbuat dari bahan baku limbah.

Limbah garmen atau sobekan-sobekan kain bekas potongan para tukang jahit, oleh siswa siswi SLB ‘dirakit’ menjadi  karpet dan sejenis tikar lainnya. Khusus untuk karpet, diutamakan limbah kain perca dan jenis sintetis.

Letak stand karya para siswa SLB di arena PKB tersebut terbilang strategis, dilewati pengunjung yang simpang siur. Hal ini menjadikan karya mereka mendapat banyak perhatian dari pengunjung PKB.

Tidak sedikit yang asyik memperhatikan dan membolak-balik karya para siswa sebelum berniat untuk membelinya. Tidak hanya itu, cukup banyak pengunjung yang memotret karya atau mengajak foto bersama beberapa siswa yang menghasilkan karya-karya tersebut.

Sebagian besar pengunjung mengaku kagum melihat karya siswa siswi yang sangat beragam, baik dari corak, bentuk maupun tampilan model dan warnanya.

I Komang Oka Triana, guru SLB Negeri 1 Jimbaran yang mendapingi siswanya berpameran di ajang PKB, ketika ditemui pada Rabu (3/7) mengatakan, pameran bersama ini melibatkan 12 SLB se-Bali. Setiap SLB menampilkan hasil karya mereka selama 3 hari.

“Kebetulan SLBN 1 Jimbaran mendapatkan giliran pada hari Rabu sekarang ini. Dan bisa dilihat, walaupun siswa kami menyandang tuna rungu dan tuna wicara, namun tak akan melunturkan semangat mereka untuk membuat karya seni yang mungkin melebihi anak normal,” ujar Komang Oka sembari menunjuk salah satu lukisan karya siswanya bernama Hendrik.

Komang Oka menjelaskan, Hendrik yang usianya sudah menginjak 18 tahun, kini masih duduk di bangku kelas XI. Siswa ini sangat pintar melukis, terlebih untuk rupa yang bercorak pemandangan terlihat sangat indah dan bagus.

Saking bagusnya, tidak sedikit warga yang telah memesan untuk dibuatkan lukisan oleh Hendrik, ujarnya menambahkan.

“Hasil karya Hendrik yang mengidap tuna rungu ini pasti ada saja yang membeli. Menurut saya, memang hasilnya melebihi karya anak normal, bahkan bisa dikatakan melebihi karya pelukis profesional sekalipun, ” ucapnya, bangsa.

Ke depan, hasil karya anak ini harus lebih diperhatikan lagi, ujar pria yang menjadi guru dan pembina seni di SLBN 1 Jimbaran tersebut, mengharapkan. (LE-Ang)