Kapolda Bali Jadi Irup Peringatan Hari Bhayangkara ke-73

11 Juli 2019, 01:27


Bali News - Kapolda Bali Jadi Irup Peringatan Hari Bhayangkara ke-73

Denpasar, LenteraEsai.com -Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus R Golose menjadi inspektur upacara (irup) saat memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara, bertempat di lapangan Niti Mandala Renon – Denpasar, Rabu (10/7).

Sebelum upacara dimulai, Kapolda Bali memeriksa kesiapan prajurit yang ikut dalam kegiatan tersebut dengan menggunakan mobil jeep terbuka. Setelah semuanya siap, Kapolda Bali pun langsung memimpin jalannya upacara.

Selanjutnya, Kapolda Bali membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo. Menurut Presiden, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik.

Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu 2019, hingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis.

Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Rakyat Indonesia juga merasakan situasi kamtibmas yang kondusif, arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan terjamin di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, Polri turut terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air, ujar Presiden Jokowi.

Selanjutnya dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut. Bahkan, laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menunjukkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi Polri mengalami peningkatan.

Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh berbagai survei yang diselenggarakan lembaga-lembaga survei yang kredibel, Polri menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik, setelah KPK dan TNI.

Diharapkan dengan berbagai capaian tersebut, institusi Polri tidak cepat berpuas diri. Tetapi jadikan capaian tersebut sebagai motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi ke depan, tantangan yang dihadapi Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks.

Presiden menilai bahwa terorisme dan radikalisme masih menjadi potensi ancaman bagi stabilitas keamanan dalam negeri. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi juga mendorong semakin besar dan beragamnya potensi kejahatan di ruang siber. Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, menjadi ancaman bagi kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia.

Berbagai kejahatan lintas negara, seperti peredaran narkotika dan human trafficking memerlukan penanganan secara profesional. Kejahatan terhadap kekayaan negara, seperti tindak pidana korupsi, illegal fishing, illegal mining, dan illegal logging, harus diberantas demi melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, harus ditindak secara tegas dan berkeadilan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar jenderal bintang dua di pundak ini.

Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-73 ini, Presiden Jokowi menyampaikan 5 instruksi kepada seluruh anggota Polri sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri untuk menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Kedua, mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, untuk mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Kelima, memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri.

“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia. Teruslah menjadi Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa,” kata jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.

Sejumlah pejabat terlihat hadir pada upacara peringatan yang dimulai pukul 08.00 Wita ini, antara lain Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana, Ketua FKUB Provinsi Bali, Kajati Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Bali, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. (LE-Ang)