Petugas Bandara Kaget, Tas Bule Rusia Berisi Bayi Orangutan

11 Juli 2019, 21:35


Bali News - Petugas Bandara Kaget, Tas Bule Rusia Berisi Bayi Orangutan

Denpasar, LenteraEsai.com – Andrei Zhestkov, warga negara Rusia,  yang terbukti mencoba menyelundupkan seekor orangutan ke luar Bali, dijatuhi hukuman satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (11/7).

Vonis hukuman yang dijatuhkan majelis hakim dipimpin Bambang Ekaputra itu, lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan jaksa AA Made Suarja Teja Bhuana, yang pada persidangan terdahulu menuntut agar terdakwa Andrei Zhestkov dijatuhi hukuman enam bulan penjara .

Meski tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa, namun majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa terkait tindak pidana yang dilakukan terdakwa.

Di muka persidangan, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengangkut satwa liar yang dilindungi. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU KSDA dan Ekosistem.

Sebelum menjatuhkan putusan, majelis terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang meberatkan pebuatan terdakwa betentangan dengan program pemerintah dalam upaya melindungi satwa liar.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan selama persidangan, mengakui terus terang perbuatanya dan terdakwa juga belum pernah dihukum. “Menghukum terdakwa Andrei Zhestkov dengan pidana penjara selama satu tahun,” ujar Bambang Ekaputra, menandaskan.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga diganjar hukuman denda sebesar Rp 10.000 000, subsider tiga bulan kurungan. Artinya, apabila warga negara Rusia itu tidak membayar uang denda, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” kata hakim yang juga Ketua Pengadilan Negeri Denpasar.

Merespon putusan tersebut, terdakwa yang didampingi pengacara IGN Ngurah Artana dkk, menyatakan pikir-pikir. “Setelah kami berunding dengan klien kami, kami meminta waktu untuk pikir-pikir yang mulia,” kata Ngurah Artana. Senada dengan jaksa yang juga menyatakan pikir-pikir.

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) AA Made Suarja Teja Bhuana yang dibacakan di hadapan majelis hakim beberapa waktu lalu, dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali pada 22 Maret 2019.

Sebelum ditangkap, terdakwa oleh petugas bandara diminta untuk memasukkan tas koper besar yang dibawanya ke dalam perangkat X-Ray yang terpasang di pintu masuk ruang bandara. Begitu koper dimasukkan ke perangkat X-Ray, petugas mendeteksi adanya suatu benda yang mirip seekor monyet di dalam koper.

Atas temuan itu, petugas bernama Edi Permana melaporkan kepada Wayan Oka Muliadi. ” Oleh saksi Wayan Oka dilakukan pemeriksaan kembali terhadap tas bawaan menggunakan mesin X-Ray,” sebut jaksa dari Kejari Badung itu.

Hasilnya, sempat mengagetkan petugas karena benar dalam tas koper yang dibawa terdakwa berisikan benda yang mirip seekor monyet. Karena tidak ada yang berani membuka, petugas bandara langsung menghubungi pihak Karantina dan KP3 Bandara Ngurah Rai.

Saat petugas Karantina dan KP3 datang dan membuka tas koper itu, benar saja di dalamnya ada seekor bayi orangutan yang sebelumnya telah diberi obat tidur oleh turis asal Rusia tersebut.

Kepada petugas terdakwa mengaku bahwa orangutan itu adalah milik orang lain bernama Igor (buron). Igor menurut terdakwa adalah orang yang memerintahkan terdakwa untuk membawa orangutan itu.

Masih menurut terdakwa, sebelum berangkat, Igor juga berpesan agar setibanya di bandara, terdakwa langsung menuju Kantor Karantina guna mengurus dokumen atas satwa yang yang bawa itu. Namun apabila tidak bisa, Igor berpesan agar orangutan tersebut diserahkan kepada petugas Karantina dan terdakwa tetap pergi meninggalkan Bali. (LE-DP1)