Kasus Bayi ENA yang Meninggal di TPA Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Juli 2019, 23:20


Bali News - Kasi Pidum Kejari Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.com – Kasus ENA, bayi tiga bulan yang tewas di tempat penitipan anak (TPA) Princess House Childcare di Jalan Badak Sari I No.2A Denpasar Timur, akhirnya sampai juga ke Kejari Denpasar. Ini menyusul telah dilakukanya pelimpahan tahap II (tersangka dan berkas perkara) oleh pihak penyidik ke Kejari Denpasar.

Terkait pelimpahan ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta yang dikofirmasi, Sabtu (13/7). “Benar, kami sudah menerima berkas pelimpahan berikut dengan dua tersangkanya,” kata Eka Widanta, menjelaskan.

Ia mengungkapkan, porses pelimpahan tahap II tidak dilakukan bersamaan. Yang pertama, pada hari Selasa (9/7) lalu, pihak penyidik dari kepolisian melimpahkan BAP dan tersangka atas nama Listiana alias Tina (39), perawat di TPA Princess House Childcare.

“Sehari setelah itu penyidik melimpahkan tersangka Ni Made Sudiani Putri (39) selaku pemilik TPA Princess House Childcare,” ujar Eka Widanta sembari mengatakan jika saat ini berkas kedua tersangka sudah dilimpahkan ke PN Denpasar.

“Sudah kami limpahkan ke PN Denpasar, sekarang tinggal menunggu jadwal sidang,” ucapnya, menambahkan. Untuk kasus ini, lanjut Eka Widanta, pihaknya menunjuk jaksa GA Surya Yinita dan jaksa Heppy Maulia Ardani sebagai penuntut umum yang nantinya tampil di persidangan.

Seperti diketahui, bayi berusia tiga bulan berinisial ENA meninggal dunia saat dititipkan di tempat penitipan anak (TPA) Princess House Childcare di Jalan Badak Sari I No.2A Denpasar Timur.

Peristiwa naas bermula saat korban ENA terbangun dari tidur dan menangis pada Kamis, 9 Mei 2019 sekitar pukul 15.30 Wita. Oleh tersangka Tina, korban dibedong (tubuh korban dibungkus dengan selendang) dan diberi susu menggunakan botol susu.

Usai diberi susu, korban ditidurkan dalam posisi tengkurap di atas kasur, kemudian ditinggal pergi. Sekitar pukul 17.00 Wita, tersangka kembali lagi ke kamar dan menggendong korban. Namun saat itu korban sudah lemas hingga membuat tersangka panik.

Karena sudah lemas, korban kemudian dibawa ke RS Bross untuk mendapatkan perawatan medis. Namun malang, saat tiba di rumah sakit diketahui bahwa korban telah meninggal dunia. Atas kejadian itu, polisi yang melakukan penyelidikan dan penyidikan, menyusul menetapkan Tina dan Putri sebagai tersangka yang harus bertanggung jawab atas kematian korban. Kedua tersangka dijerat pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (LE-PN)