Program PKPA ke-4 Kerja Sama Peradi Denpasar-FH Unud Resmi Ditutup

14 Juli 2019, 00:22


Bali News - Program PKPA ke-4 Kerja Sama Peradi Denpasar-FH Unud Resmi Ditutup

Denpasar, LenteraEsai.com – Program ‘Pendidikan Khusus Profesi Advokat’ (PKPA) Angkatan ke-4 yang berlangsung di Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) Denpasar, penyelenggaraannya resmi ditutup pada Sabtu (13/7).

Program PKPA dapat terselenggara dengan lancar sejak 15 Juni lalu berkat kerja sama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar dengan FH Unud. Sebanyak 40 peserta dari berbagai daerah mengikuti program ini dengan antusias hingga masa pendidikan dapat terselesaikan dengan baik.

Koordinator Prodi Doktor Ilmu Hukum FH Unud, Prof Dr Ibrahim R SH SM menyatakan, kerja sama pendidikan khusus profesi advokat dalam bentuk kegiatan PKPA mulai diselenggarakan sejak tahun 2016, dengan sejumlah materi yang dapat menjadi dasar pembekalan bagi seseorang yang ingin terjun secara sungguh-sungguh di dunia ‘lowyer’.

PKPA merupakan langkah awal bagi para peserta untuk mengikuti ujian advokat yang akan diselenggarakan beberapa waktu setelahnya. Peserta yang mengikuti berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Jawa Barat dan Jakarta, yang berkeinginan kuat ingin menjadi ‘lawyer’, ujarnya, menandaskan.

“Pada dasarnya kita akan memperkuat asas dari masing-masing materi pendidikan yang tersajikan. Di mana seorang ‘lawyer’ pada kenyataannya lebih banyak praktik, sehingga ketika menangani kasus-kasus yang besar atau ‘njelimet’ otomatis butuh konstruksi berpikir. Inilah yang diperkuat dan dirangkum dalam program pendidikan advokat,” kata Prof Ibrahim.

Menurut Prof Ibrahim, persoalan hukum belakangan ini muncul semakin banyak seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Terkait dengan itu, materi dalam pendidikan diberikan secara kompleks, mencakup: hukum ketenagakerjaan, tata negara, perdata, pidana, niaga, mahkamah konstitusi, peraturan perundang-undangan atau sumber hukum maupun peristiwa hukum yang terjadi.

Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar, I Wayan Purwitha SH MH menyatakan, setelah menyelesaikan Program PKPA hasil kerja sama dengan FH Unud, selanjutnya ada tahap Ujian Profesi Advokat (UPA) bagi peserta yang mengikuti pendidikan kali ini.

Masa pendidikan ini, lanjut dia, hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya sebagai pembekalan sebelum peserta terjun dan resmi menjadi advokat nanti. Setidaknya, ada tiga hal yang patut dipedomani seorang advokat, yakni memiliki tinggi ilmu, tinggi iman dan tinggi pengabdian. Ketiganya ini mestinya menjadi pegangan sebelum mengabdi kepada masyarakat di bidang hukum.

“Namun yang selanjutnya akan kita ‘push’ adalah Rakernas, yang rencananya dilangsungkan pada Oktober mendatang di Kuta, Kabupaten Badung, ” kata Purwitha pada akhir perbincangan. (LE-DP)