Ratusan Hektar Hutan Gunung Ciremai Dilahap Api

12 Agustus 2019, 23:08


Bali News - Ratusan Hektar Hutan Gunung Ciremai Dilahap Api

Majalengka, LenteraEsai.com – Sekitar 371 hektar kawasan hutan di daerah lereng dan sekitar puncak Gunung Ciremai di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, hangus terbakar akibat amukan si jago merah yang hingga kini belum dapat dipadamkan secara total.

Petugas pemadam kebakaran pada Pos Komando Palutungan di bagian kaki gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut itu, Senin (12/8) petang mengungkapkan, satu titik api yang teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, di jalur pendakian Apuy, hingga sore ini sekitar pukul 17.30 WIB masih terlihat berkobar.

Tim Apuy yang adalah salah satu dari banyak kelompok yang terlibat untuk melakukan pemadaman, terus melakukan pemantauan atas pergerakan api yang belum dapat diatasi tim pemadam gabungan, sembari bergigih berupaya memutus mata rantai api dengan membuat ‘ilaran’. Ilaran adalah bagian permukaan tanah yang dibesihkan dari dedaunan atau ranting kayu yang bisa dirambati oleh lidah api.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebutkan, Tim Apuy yang berjumlah 20 orang merupakan bagian dari tim gabungan yang dibentuk untuk pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Sementara itu, tim pos taktis Sanghiyang Ropoh yang memulai kegiatan pemadaman pukul 06.00 WIB secara manual di 2 titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh, berhasil memadamkan kobaran api di titik itu pada pukul 15.00 WIB.

Memastikan operasi pemadaman tetap dapat berlangsung, Pos Komando Palutungan melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh, sekaligus melakukan penambahan personel lapangan.

Disinggung tentang dukungan dari udara, Agus mengatakan bahwa helikopter yang dikerahkan dengan membawa 4.000 liter air dalam ‘bucket’, belum secara optimal dapat membantu upaya pemadaman.

Helikopter jenis Bell 412 yang terbang pada Senin (12/8) sore pukul 17.00 WIB itu, tidak memungkinkan melakukan pengeboman atau ‘water bombing’ sehubungan kondisi cuaca tidak mengizinkan, hingga memaksa helikopter kembali mendarat dan siaga di helipad Palutungan.

Namun demikian, lanjut dia, jika cuaca sudah memungkinkan, helikopter akan kembali dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca.

Selain terkendala angin yang berubah setiap saat, beberapa tantangan lain juga dihadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian, menyulitkan untuk pemadaman secara manual. Angin kencang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia dan sarana-prasarana yang cukup terbatas.

Personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC tercatat sebanyak 125 orang (70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan), berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik. BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut.

Mengenai luasan kawasan yang mulai tersentuh nyala api sejak Rabu (7/8) lalu sekitar pukul 15.00 WIB itu, Agus menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan tim yang diterjunkan, kurang lebih 371 hektar lahan yang ditumbuhi aneka pepohonan, diketahui telah hangus terbakar. Kawasan yang terpapar berada pada ketinggian antara 2.600 sampai 3.078 memer dpl.

Kepulan asap awalnya terlihat di Blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan cepat terlibat berkobar dan menjalar ke beberapa blok lainnya. Sejauh ini, petugas yang diterjunkan belum dapat memastikan asal mula percikan api yang kemudian menjadi besar, sehubungan segalanya masih dalam penanganan tim gabungan yang diterjunkan. (LE-MJ)