Kulkul Bulus Bertalu-talu, Gunung Batukaru Terbakar

13 Agustus 2019, 07:44


Bali News - Titik api terlihat di kejauhan

Tabanan, LenteraEsai.com – Kawasan hutan dan semak belukar di daerah puncak Gunung Batukaru di Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (12/8) malam dilahap si jago merah yang disertai suara-suara letupan dan asap membubung tinggi dalam ratusan meter ke angkasa.

Api yang pertama kali terlihat berkobar di tengah kegelapan malam sekitar pukul 21.30 Wita itu, disambut suara ‘kulkul bulus’ atau kentongan bertalu-talu hingga tidak sedikit warga yang kemudian tumpah ruah menyaksikan kobaran api, bahkan ada yang langsung bergerak menuju arah puncak gunung untuk tujuan pemadaman.

Tidak hanya puluhan bahkan ratusan warga, namun karena peristiwa yang dirasakan cukup mengkhawatirkan sehubungan di kawasan itu terdapat pura sad khayangan, juga mengundang kehadiran Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin yang langsung memimpin anggotanya terjun ke lapangan.

Selain itu, musibah juga tampak ditinjau Wakil Bupati Tabanan Sanjaya, Sekda Tabanan, Asisten II, Wakapolres Tabanan, Camat Penebel dan Jero Bendesa Adat setempat. Sejumlah relawan dari ORARI dan RAPI, juga ambil bagian dalam upaya pemadaman, terutama dari unsur bantuan komunikasi.

Gunung Batukaru setinggi 2.200 meter di permukaan laut (mdpl), memang memiliki Pura Sad Khayangan Pura Luhur Batukaru yang merupakan stana Dewa Mahadewa. Pura ini masuk ke dalam wilayah Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Berdasarkan catatan PVMBG, Batukaru termasuk gunung berapi yang sudah tidak aktif.

Namun bersyusur, kata Kalaksa BPBD Bali Made Rentin, kobaran api tidak sampai menyentuh pura, termasuk Pura Luhur Puncak Kedaton aman dan terhindar dari jilatan api. Posisi api di sekitar barat daya Bale Semanggen dengan 3 Pelinggih, serta di utama mandala terdapat Pelinggih Bebaturan, yang kesemuanya aman karena cukup jauh dari kobaran api.

Ia menyebutkan, beberapa masyarakat terdekat mulai melihat adanya titik api di kawasan puncak gunung pada Senin (12/8) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Saking tingginya kepulan asap, beberapa warga di Mengwi, Kabupaten Badung sempat melihat langsung adanya kobaran api tersebut, mengingat Gunung Batukaru nampak jelas di arah barat dari beberapa desa di Kecamatan Mengwi, ucapnya.

Kalaksa belum dapat menyebutkan asal mula percikan api yang kemudian menjadi besar, karena segalanya masih harus dilakukan penyelidikan dan penelitian lebih lanjut di lapangan.

Tanaman hutan berupa paku mas yang lapuk dan cenderung kering, diduga sebagai pemicu timbulnya percikan api karena memang sangat riskan terbakar. Warga masyarakat sebagai relawan yang melakukan penanganan, berupaya memadamkan api dengan upaya pemutusan aliran api agar tidak meluas. Sebagian besar api sudah dapat dipadamkan, tetapi sekam (bara) masih terlihat di beberapa titik, sehingga kelompok yang bertugas sejak malam hingga menjelang pagi, digantikan kelompok lain yang berangkat ke puncak gunung pada Selasa (13/8) pagi.

Made Rentin mengatakan, pihaknya akan mengirim beberapa bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat dan petugas pemadam yang masih bertahan di daerah puncak. Selain itu juga akan dikirim dukungan APD (alat pelindung diri) berupa masker serta peralatan pemadaman api seperti cangkul dan sabit yang akan dipergunakan untuk memutus semak-semak sehingga api tidak meluas.

Musibah tersebut tidak dilaporkan menelan korban jiwa maupun luka-luka, terkecuali sekitar lima are kawasan hutan dan belukar tercatat telah hangus dilahap si jago merah. (LE-TB)