Peracik Tembakau Gorila, Dituntut 5 Tahun Penjara

13 Agustus 2019, 20:13


Bali News - Peracik Tembakau Gorila, Dituntut 5 Tahun Penjara

Denpasar, LenteraEsai.com – Firman Agung Suganda (20) bersama kekasihnya, Yuniar Dita Triani (23) yang didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena didakwa meracik sekaligus mengedarkan tembakau sintetis alias tembakau gorila, Selasa (13//8) siang masing-masing dituntut hukuman 5 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari menyatakan, sepasang kekasih ini terbukti melakukan tindak pidana memiliki, menguasi, menyimpan atau menyediakan narkotika golongan I jenis tembakau sintetis sebarat 448,92 gram.

Sebelum masuk pada tuntutan pidana, jaksa dari Kejari Denpasar itu terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringakan bagi kedua terdakwa. Yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberatas peredaran narkotika.

Sedangkan hal yang meringakan, kedua terdakwa mengakui terus terang perbuatanya, serta keduanya masih tergolong berusia muda dan memiliki anak yang masih berusia 2 tahun atas pernikahan mereka secara sirih.

“Oleh karena itu, memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 5 tahun,” kata Jaksa Maya Sari saat membacakan nota tuntutannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sri Wahyuni Arin Ningsih.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa yang mengaku telah menikah secara sirih itu melalui tim kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar sepakat mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sementara itu, sebagaimana dalam dakwaan jaksa sebelumnya, kedua terdakwa diamankan pada 6 Februari 2019 pukul 21.00 Wita di rumah kontrakan di Perum Andakasa Jalan Tegal Dukuh I Padangsambian, Denpasar Barat.

Dari kedua sejoli ini, polisi mengamankan 182 pelastik klip berisi daun atau tembakau gorila mengandung sediaan narkotika 5-Fluoro dengan berat 334,36 gram.

“Polisi juga mengamankan satu baskom pelastik berisi tembakau racikan yang juga mengandung sediaan narkotika 5-Fluoro seberat 114,56 gram,” ujar JPU dari Kejari Denpasar itu.

Sebelum ditangkap polisi, terdakwa Firman awalnya diketahui membeli tembakau gorila melalui online dari seseorang pemilik akun instagram nama “bearbro rs” dengan cara transfer uang melalui rekening BCA.

Lalu Firman membeli bahan campuran tertentu, selanjutnya mencampurkannya menjadi racikan tembakau gorila, kemudian dibungkus dalam dua paketan tembakau gorila, yang per paketnya dijual Rp 250 ribu dan Rp 500 ribu.

“Sedangkan Yuniar bertugas menerima pesanan dan menerima uang hasil penjualan. Setelah ada yang memesan, Yuniar kemudian menyampaikan ke Firman. Dan Firman atau orang bernama Adam menempel pesanan itu di tempat yang telah disepakati,” ungkap Jaksa Maya Sari.

Kegiatan para terdakwa itu pun akhirnya terendus kepolisian yang turun melakukan penyelidikan ke tempat tinggal kedua terdakwa di Perumahan Graha Andakasa, Padangsambian Kaja, Denpasar.

Untuk memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa dan penasehat hukumnya menyampaikan nota pembelaan atas tuntutan jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan mendatang. (LE-PN)