Duka Wayan Kolem, Hidup Menumpang dan Tangan Kanan Patah

23 Agustus 2019, 18:08


Bali News - Wayan Kolem

Karangasem, LenteraEsai.com – Kegetiran hidup seakan tidak habis-habis menerpa wanita bernama Wayan Kolem. Wanita yang berusia melewati setengah abad ini, menanggung hidup penuh keprihatinan sejak suaminya meninggal beberapa tahun silam.

“Ketika suami meninggal, tyang kembali ke rumah bajang. Menumpang di rumah adik Ketut Sukarta yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan,” kata Wayan Kolem memberikan keterangan di rumah adiknya yang sederhana di Banjar Pakudansih, Desa Muncan, Selat, Karangasem, pada Jumat (23/8).

Menurut Wayan Kolem, untuk membantu kehidupan adiknya, ia biasa beraktivitas mencari pakan ternak. Kegiatan ini dilakukan untuk meringankan kehidupan adiknya yang berada di garis kemiskinan.

Namun malang, beberapa hari lalu ketika usai mencari pakan ternak, ia mengalami musibah. Wayan Kolem saat itu memikul batang pisang untuk dibawa pulang. Malangnya, di tengah jalan ia terpeleset dan batang pisang yang tengah dipikul mendadak menindih tangan kanannya sehingga patah. Sejumlah luka pun menggores di tangan kirinya.

“Sempat dibawa ke tukang urut, tapi tidak ada uang lagi untuk bayar. Jadi gak bisa ke tukang urut lagi. Karena untuk makan saja susah,” ujar Wayan Kolem dengan mata berkaca-kaca.

Wanita ini berharap agar ia mendapatkan bantuan supaya dapat berobat dengan layak. “Tyang tidak memiliki KTP dan KIS, jadi tidak tahu bagaimana cara dapat bantuan untuk berobat. Tangan tyang sakit,” ujarnya dengan suara merintih. (LE-KR)