Perkosa 9 Anak, Pria Mojokerto Segera Dikebiri

23 Agustus 2019, 23:41


Bali News - Foto ilustrasi (Ist)

Mojokerto, LenteraEsai.com – Muh Aris bin Syukur (21) yang didakwa memperkosa 9 anak di bawah umur, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan membayar uang denda sebanyak Rp 100 juta.

Selain itu, majelis hakim pada Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur dalam nota vonisnya juga menjatuhkan pidana tambahan berupa tindakan kebiri kimia.  Dengan kata lain, terpidana Muh Aris bin Syukur harus dikebiri agar ‘keperkasaannya’ tak dapat difungsikan lagi.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu ketika dihubungi wartawan, Jumat (23/8) siang, membenarkan bahwa majelis hakim pada PN Mojokerto telah menjatuhkan vonis hukuman kurungan badan yang disertai pidana tambahan berupa kebiri kimia kepada terdakwa Muh Aris bin Syukur.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Muh Aris bin Syukur terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana dengan memaksa anak-anak melakukan persetubuhan dengannya.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara. Namun demikian, majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa kebiri kimia bagi terdakwa.

Terdakwa Muh Aris dianggap melanggar Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (2) Perppu 1/2016 tentang perubahan kedua UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam putusan, hakim menyatakan aksi Muh Aris diperkuat barang bukti berupa satu stel baju seragam sekolah warna hijau dan kuning beserta kerudung warna kuning, satu potong celana dalam warna merah muda terdapat bercak darah, dan satu potong kaus dalam warna hijau.

Semua barang bukti itu menunjukkan bahwa terdakwa Muh Aris terbukti telah melakukan hubungan badan secara paksa terhadap anak-anak yang menjadi korbannya.

Di muka persidangan terungkap bahwa Muh Aris telah melakukan tindak pemerkosaan terhadap 9 anak-anak yang masih di bawah umur.

Terdakwa yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang las, tercatat telah melancarkan aksi bejatnya itu sejak tahun 2015 di beberapa daerah di Mojokerto. Namun pihak berwajib baru berhasil mengendus dan menangkap Aris pada Oktober 2018, setelah aksi tak terpuji pria itu terekam di kamera pengawas CCTV.  (LE-MJ)