Wadah Pemersatu, IMO Sulsel Segera Dideklarasikan

25 Agustus 2019, 23:13


Bali News - Wadah Pemersatu, IMO Sulsel Segera Dideklarasikan

Makassar, LenteraEsai.com – Ikatan Media Online (IMO) Indonesia merupakan organisasi perusahaan pers yang bergerak khusus di kancah media massa online atau dalam jaringan.

IMO-Indonesia tercatat resmi dideklarasikan pada 27 Oktober 2017 di Jakarta, dengan akta pendirian Nomor 49 pada Notaris H  Zainuddin SH dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0016686.AH.01.07. Tahun 2017.

Organisasi ‘owner’ media online ini kini hadir di Provinsi Sulawesi Selatan dan diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu bagi para pengusaha media online yang baru dan dalam waktu dekat akan menggelar deklarasi kepengurusan di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota.

Zulkifli Thahir, selaku pemegang mandat Ketua DPW IMO Sulsel mengakui bahwa dirinya dan beberapa teman sepakat akan membentuk kepengurusan yang rencananya akan dideklarasikan dalam waktu dekat ini

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan deklarasi dan kemudian membentuk kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ungkap Abang Chuleq sapaan akrabnya, saat ditemui di Warkop 90 Jalan Kumala, Kota Makasar, Minggu (25/8/19).

“Hadirnya IMO Indonesia di Sulsel, bisa memberikan warna baru perusahaan pers khususnya media online dan dapat menjadi partner bagi pemerintah, asosiasi wartawan dan jurnalis media online serta memberi harapan bagi perusahaan media untuk segera berbenah menjadi perusahaan yang profesional, dan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Zulkifli Thahir

Sementara itu, Sekertaris DPW IMO Sulsel, Irfan Darmawan NM menambahkan, usai deklarasi dan pembentukan pengurus, ke depannya DPW IMO Sulsel berencana membantu pihak terkait dalam mengatur regulasi media online di Sulsel.

“Ke depannya IMO Sulsel akan mengatur regulasi media online, yang tentunya bekerja sama dengan pihak terkait serta asosiasi sejenis, mengingat di Sulawesi Selatan ini keberadaan media online semakin menjamur dan masih banyak yang belum sesuai dengan UU Pers tahun 1999,” kata Irfan.

Ketua IPTI Makassar itu menyebutkan, menurut UU, perusahaan media harus berbentuk perseroan terbatas dan sub bidangnya harus tunggal serta hanya dapat digunakan oleh satu media saja. Tidak hanya itu, beberapa ketentuan lain juga harus dipenuhi sebagaimana yang menjadi ketentuan dari Dewan Pers.

“Jika hal tersebut sudah berjalan dengan baik, tentu masyarakat tidak akan lagi menikmati sajian berita yang hoax , dan keberadaan media-media daring yang tidak sesuai bisa diminimalisir,” tambahnya.

IMO-Indonesia Sulsel akan bergerak sesuai dengan misinya yaitu menyehatkan perusahaan media online, sehingga bisa berdaya saing yang tinggi, mensejahterakan wartawan yang ada dalam perusahaan media dan memberikan hak masyarakat dengan sajian berita yang benar serta berimbang.

“Saat deklarasi nanti kami akan menghadirkan 10 orang owner media online, yang nantinya bersama-sama membentuk kepengurusan tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Irfan (LE-MK).