Pegadaian Ajak Indra Sjafri Kembangkan Sepak Bola ke Level Internasional

31 Agustus 2019, 23:46


Bali News - Pegadaian Ajak Indra Sjafri Kembangkan Sepak Bola ke Level Internasional

Denpasar, LenteraEsai.com – PT Pegadaian (Persero) selama ini berkomitmen untuk tidak hanya mengejar keuntungan semata dalam menjalankan aktivitas laju usaha. Langkah konkret yang dilakukan adalah menggandeng pelatih Tim Nasional Indonesia U-23 Indra Sjafri, dalam rangka mengembangkan olahraga sepak bola, sekaligus meningkatkan penetrasi Pegadaian di Tanah Air.

“Coach Indra Sjafri sudah resmi menjadi brand ambassador PT Pegadaian, di mana kerja sama ini yang dilakukan dengan tujuan untuk pembinaan terhadap generasi muda, khususnya di bidang olahraga sepak bola di Indonesia,” ujar I Ketut Winarta selaku Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Denpasar II, ketika diwawancarai awak media di Denpasar, Sabtu (31/8).

Menurut Ketut Winarta, kerja sama ini sekaligus untuk memperkenalkan produk-produk Pegadaian. Di samping itu, komitmen dari perusahaan PT Pegadaian bukan hanya bertujuan untuk meraup laba, tetapi juga ada visi misi tertentu, terutama untuk berkontribusi mengembangkan olahraga sepak bola di tingkat internasional.

Sementara itu, Indra Sjafri mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan kualitas, tetapi juga membutuhkan kuantitas para pelatih. “Di Jepang pelatihnya kini sudah 68.000, sedangkan Indonesia baru memiliki 3.300 pelatih,” katanya.

Dia melanjutkan, dari 3.300 pelatih itu, yang fokus mungkin hanya 50% saja, sedang 50% lagi mungkin ada yang jadi pegawai negeri atau ada yang usaha lain. “Oleh sebab itu, kita butuh kuantitasnya dulu, setelah itu akan muncul kualitas pelatih yang kita inginkan,” ujar Indra.

Indra menegaskan, menegaskan untuk ke depannya harus lebih banyak dalam mencari partner untuk melakukan kegiatan kepelatihan sepak bola. Misalnya, kali ini Pegadaian mensponsori untuk SDM pelatih di Provinsi Bali.

“Perlu adanya peningkatan ilmu pengetahuan untuk para pemain maupun pelatih, supaya menciptakan pemain dan pelatih yang berkualitas. Karena pemain yang berkualitas lahir dari pelatih yang berkualitas,” ujarnya. (LE-Tia)