Wisatawan Sering Melecehkan Pura, Ini Tanggapan PHDI

10 September 2019, 18:12

Bali News - Wisatawan Sering Melecehkan Pura, Ini Tanggapan PHDI

Denpasar, LenteraEsai.com – Kegiatan Pesamuhan Madya IV Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dilangsungkan di Sekretariat PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna, Denpasar, Selasa (10/9).

Pada kesempatan ini, Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana menyatakan bahwa masih sering terjadi pelecehan pada tempat suci yang dilakukan oleh wisatawan di Bali. “Kami bersama dengan Pemprov akan memikirkan perkara ini, karena tak ingin kejadian pelecehan terulang lagi. Karena suatu pura yang sudah terlecehkan akan susah untuk mengembalikan kesuciannya,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan persoalan perkara pelecehan tempat suci, Sudiana melanjutkan, pihaknya tak berhenti sampai pada keputusan hasil rapat tahunan PHDI Bali. Selanjutnya diteruskan dengan penyusunan Rancangan Pergub Perlindungan Pura, yang nantinya diusulkan ke Gubernur Bali.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyambut baik penyelenggaraan pesamuhan yang dilakukan setiap tahun untuk melihat berbagai persoalan yang terjadi. Ia mencontohkan persoalan pariwisata di mana ada wisatawan yang mandi di Beji. “Bagaimana kita mengatasi persoalan. Di satu sisi kita membutuhkan pariwisata, di sisi lain kita ingin agama kita dihargai. Bagaimana caranya. Ini yang perlu kita bicarakan,” kata Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini.

Wagub Cok Ace menambahkan PHDI bisa membuat batasan terhadap penodaan dan penistaan yang terjadi di tempat suci. “Hanya PHDI yang bisa memberi batasan seberapa dikatakan sebagai penodaan seberapa yang dikatakan belum sebagai penodaan,” kata tokoh Puri Ubud ini.

Wagub Cok Ace juga berharap PHDI bisa menjawab persoalan kekinian seperti buah-buahan dan sarana upakara lain yang tidak lagi dibuat sendiri dan harus dibeli karena kesibukan pekerjaan anggota keluarga.

“Ada nggak upacara untuk mengatasi sehingga nilai kesucian bisa kita pertahankan tapi dari segi fungsi juga masih tetap bisa berjalan,” ujarnya. (LE-Ang)