Hadiri PCTA 2019, Menhan Ajak Ubah Mindset Jadi Bangsa Produsen

12 September 2019, 19:44


Bali News - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)

Denpasar, LenteraEsai.com – Pada era globalisasi, bangsa yang kuat akan keluar sebagai pemenang, menjadi pemimpin serta akan menjajah. Sementara itu, bangsa yang lemah akan kalah dan menjadi pecundang serta akan terus terjajah.

“Sumber daya negara yang lemah akan terus diekspolitasi untuk kepentingan bangsa lain. Oleh karena itu, kita harus merubah mindset dari bangsa konsumen menjadi bangsa produsen kalau ingin melihat bangsa ini tetap survive dan maju di masa yang akan datang,” demikian dikatakan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu ketika menghadiri puncak acara Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2019 yang dilangsungkan di Ballroom Aston Hotel, Jalan Gatot Subroto-Denpasar, Bali, Kamis (12/9).

Acara ini bertajuk “Mewujudkan Semangat Generasi Muda Yang Cinta Tanah Air dan Bela Negara Sebagai Dasar Penggerak Industri Kreatif”, dan diikuti para pelajar SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi dari 34 provinsi yang diwakili pemenang Lomba PCTA Tingkat Provinsi Tahun 2019 ini.

Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kegiatan PCTA yang telah berlangsung untuk kedelapan kalinya ini, di samping sebagai ajang perlombaan bagi siswa SLTA dan mahasiswa, juga merupakan ajang untuk menggugah kesadaran kaum muda dalam bela negara sehingga generasi muda menjadi pelopor semangat kebangsaan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Kemhan dalam menumbuh kembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan, di mana sebagai generasi muda yang merupakan duta-duta daerah terbaik dan pada gilirannya nanti akan meneruskan pembangunan dan mempertahankan keutuhan Bangsa dan Negara,” ujar Menhan.

Tema yang diangkat tahun ini, lanjut Menhan, sangat relevan dengan situasi saat ini dimana sejalan dengan upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Selain itu, agar generasi muda mencintai dan mampu menampilkan kesenian daerahnya masing-masing. “Demikian pula hasil dan karya nyata serta pengetahuannya secara konstruktif dan konprehensif dalam mewujudkan pemuda yang memiliki karakter kebangsaan dan cinta tanah air,” kata Menhan yang didampingi Ibu Nora Ryamizard Ryacudu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang turut menghadiri acara ini mengatakan, perkembangan zaman yang kian modern mendorong peningkatan potensi ancaman kontemporer bagi bangsa Indonesia, salah satunya semakin tergerusnya nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan patriotisme generasi muda Indonesia yang diakibatkan berbagai pemikiran dan pengaruh luar yang subversif dan disintegratif.

“Sehingga salah satu cara yang dapat diluncurkan adalah dengan memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan, Cinta Tanah Air sebagai wujud bela diri sesuatu yang tumbuh begitu saja, tetapi harus disetujui sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Penghayatan tentang identitas kebangsaan yang beragam namun bersatu dalam semangat Pancasila, dapat menjadi contoh pembekalan nilai kebangsaan yang baik sejak usia dini,” ujar Wagub Cok Ace.

Wagub melanjutkan, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi panduan kehidupan masyarakat Bali untuk senantiasa menjamin keharmonisan dan menghubungkan antar sesama dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan, sehingga untuk mengimplementasikan rasa cinta tanah melalui inovasi dan kreativitas berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah. (LE-DP1)