Ny Nora Ryamizard Ryacudu Berpesan Patenkan Karya Anak Bangsa

12 September 2019, 20:22


Bali News - Ny Nora Ryamizard Ryacudu Berpesan Patenkan Karya Anak Bangsa

Denpasar, LenteraEsai.com – Karya-karya anak bangsa yang diciptakan melewati penelitian atau riset yang mendalam, hendaknya segera dipatenkan agar hak ciptanya tidak diakui oleh negara lain.

Hal ini disampaikan Ny Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu, istri Menteri Pertahanan RI, ketika menghadiri kegiatan puncak acara Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2019 yang dilangsungkan di Ballroom Aston Hotel, Jalan Gatot Subroto-Denpasar, Bali, Kamis (12/9).

“Seperti batik kan diakui pernah diakui oleh Malaysia. Padahal sudah tegaskan, batik itu merupakan produk leluhur kita. Kata batik berasal dari bahasa Jawa ‘amba’ yang berarti menulis dan ‘titik’,” kata Ny Nora Ryamizard Ryacudu, di hadapan duta-duta dari 34 provinsi dalam arahannya, sembari mengatakan rasa bangganya terhadap generasi muda yang hadir dalam PCTA 2019 dari 34 provinsi.

Selanjutnya, Ny Nora Ryamizard Ryacudu menyatakan, pihaknya tidak pernah membayangkan dan memikirkan seperti apa yang telah diperbuat anak muda dengan karya-karya yang membanggakan. “Saya ingin menyampaikan rasa bangga kepada kalian anak-anak yang berprestasi yang bisa membuat inovasi-inovasi yang saya yakini setiap tahun akan ada inovasi-inovasi yang baru. Hasil kreativitas kalian seperti misalnya kopi yang dibuat dari buah Bungur menjadi kopi yang tanpa kafein, kemudian kopi yang dicampur buah pare, dan lain-lain karya yang bisa mensejahterakan orang lain melalui ekonomi kreatif. Teruslah kalian berinovasi karena ditangan kalian negeri ini akan berlanjut,” ujarnya.

Pada akhir sambutan, Ny Nora Ryamizard Ryacudu berpesan agar generasi senantiasa mengedepankan rasa persaudaraan dan cinta tanah air. Hendaknya negara ini terus dijaga eksistensinya, serta supaya tidak ada pihak yang berpikir untuk memisahkan diri dari NKRI.

“Memisahkan satu sama lain bukan dengan bom, justru karena ada pemikiran negatif yang memecah belah, sehingga dapat mempengaruhi pemikiran. Mari mulai sekarang kita pererat rasa persaudaraan. Begitu juga hindarkan dari perbuatan negatif lain seperti narkoba, kriminal, atau tindak radikalisme,” ujarnya. (LE-DP)