Menumpang di Tanah Pinjaman, Kuli Bangunan Ratapi Anak-Anaknya yang Putus Sekolah

19 September 2019, 10:39


Bali News - Keluarga Supama mendapat bantuan dari relawan Remagi

Karangasem, LenteraEsai.com – Keseharian seorang kuli bangunan sekaligus buruh tani bernama Putu Supama (40), sungguh jauh dari makna sejahtera. Ayah tiga anak anak sejak puluhan tahun sudah berupaya maksimal membanting tulang untuk menghidupi keluarga, namun apa daya, kemiskinan tidak juga beranjak dari kehidupannya.

“Anak pertama adalah Gede Surata, kondisinya cacat sejak umur 8 tahun. Sedang dua anak lain sudah putus sekolah. Hanya sempat sekolah sampai SD saja, saya tidak ada biaya untuk membayar keperluan sekolah anak-anak. Istri tidak bisa membantu bekerja karena harus mengurus anak yang cacat,” ujar Supama dengan suara tertekan, ketika ditemui di rumahnya yang sederhana di Banjar Dinas Tista, Desa Tista, Abang, Karangasem, baru-baru ini.

Perihal rumah, sambung Supama, statusnya ‘nyakap’ yang berdiri di atas tanah pinjaman atau menumpang pada lahan orang lain. Bahkan peminjaman lahan itu sudah dilakukan oleh kakeknya, diteruskan orang tuanya, hingga akhirnya dirinya ikut meneruskan turut tinggal di tanah milik orang lain.

Supama mengharapkan ada bantuan pemerintah, supaya keluarganya terbebas dari himpitan kemiskinan yang sudah mendera dan telah berlansung sejak beberapa generasi ini. “Bagaimana bisa mengubah nasib, anak-anak tidak ada yang melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Sedih sekali saya merasa gagal sebagai orang tua. Selain itu, saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bedah rumah dan bantuan untuk modal pengembangan ekonomi. Kalau ada modal, istri saya bisa bikin usaha atau ternak di rumah, sehingga bisa bekerja tanpa meninggalkan keluarga,” ujar Supama penuh pengharapan, seraya bersyukur karena sesekali ada relawan kemanusiaan yang memberikan bantuan sembako dan lainnya. (LE-KR)