Wabup Kembang Hartawan: Puri Mampu Jadi Benteng Penguatan Adat dan Budaya

23 September 2019, 07:35


Bali News - Wabup Kembang Hartawan: Puri Mampu Jadi Benteng Penguatan Adat dan Budaya

Jembrana, LenteraEsai.com – Peranan puri-puri di Bali selama ini dianggap strategis, karena tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial, budaya serta ekonomi masyarakat Bali.

Puri juga dipandang memiliki fungsi strategis karena memiliki unsur kekayaan sejarah serta literasi budaya. Karena itu, keberadaan puri sangat penting dan diharapkan turut bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.

Hal itu dikatakan Wabup Jembrana Kembang Hartawan usai menghadiri pembukaan wisata edukasi sejarah, yang digelar Puri Agung Negara, pada Minggu (22/9).

“Peran puri itu sangat strategis dari dulu hingga sekarang. Saya berharap peranan puri agar mampu menjadi benteng penguatan adat dan budaya bersinergi bersama pemerintah daerah,” ujar Kembang Hartawan.

Terkait dengan itu, Kembang Hartawan menyambut gembira atas dilaksanakannya pameran edukasi wisata yang digelar Puri Agung Negara. “Kegiatan ini awal mula yang baik, pihak puri telah membuka diri memperkenalkan secara luas keberadaannya serta berbagai kegiatan puri, khususnya kepada masyarakat Jembrana,” ujar Wabup Kembang.

Menurutnya, event pameran ini juga dianggapnya luar biasa, merupakan buah pemikiran cemerlang generasi muda puri yang visioner. “Melalui pameran ini masyarakat bisa tahu dan mengenal keberadaan puri. Tidak hanya dari kalangan puri sendiri, tapi juga masyarakat luar. Mereka jadi paham keberadaan bagaimana sejarah puri dengan perjalanannya yang begitu panjang ditengah-tengah masyarakat Jembrana sejak dulu,” ujarnya.

Ke depan, Wabup Kembang mengajak Puri Agung Negara untuk bersama-sama berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat , sehingga event pameran dan wisata edukasi sejarah ini bisa diagendakan secara rutin.

“Tentunya bisa lebih baik dan ditingkatkan, dari sisi kemasan maupun rangkaian acaranya,” kata Wabup Kembang Hartawan.

Berbagai kegiatan digelar Puri Agung Negara dalam event wisata edukasi sejarah puri. Selain itu, ada pameran foto dengan jumlah 1376 arsip foto ditampilkan, juga digelar lomba menyalin aksara, kuliner, lomba menggambar dan mewarnai yang diikuti TK se-Kecamatan Negara.

AA Gede Agung Surya Sutedja selaku caretaker puri dan panitia penyelenggara mengatakan, tujuan wisata edukasi sejarah puri ini ingin ‘merebranding’ keberadaan Puri Agung Negara kembali. Pihaknya beralasan, dari hasil survei yang diadakan, banyak sekali generasi muda yang belum tahu keberadaan Puri Agung Negara.

“Ironisnya lagi, generasi muda banyak yang tidak tahu sejarah Jembrana bahwa awalnya Jembrana punya kerajaan. Dulu sebelum tahun 1960, Jembrana pernah menjadi kerajaan sebelum menjadi kabupaten seperti sekarang. Nah hal itu yang ingin kami sampaikan, diperkuat dengan bukti otentik yang kami miliki, jadi konten yang berbicara dan dipamerkan. Intinya kami ingin membuka diri, sehingga generasi muda nanti pada event-event selanjutnya sudah mengenal keberadaan dan fungsi puri sesungguhnya,” ujarnya.

Event wisata edukasi sejarah puri anegara ini sendiri digelar dari tanggal 21-22 september 2019. Ditandai dengan penancapan keris sebagai simbol pusaka puri. Pihak puri juga mengundang berbagai tokoh lintas agama, masyrakat sekitar serta pejabat pemerintah kabupaten Jembrana hadir di Puri Agung Negara. (LE-JB)