OJK: Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Dalam Triliunan Rupiah

26 September 2019, 08:30


Bali News - OJK: Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Dalam Triliunan Rupiah

Denpasar, LenteraEsai.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan  edukasi waspada investasi ilegal dan penyampaian informasi tentang kinerja industri Provinsi Bali, di Kanda Restaurant Sanur Denpasar, Bali,  pada Rabu (25/9).

Pada kesempatan itu, Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Dr Tongam Lumban Tobing mengatakan, investasi ilegal merupakan hal yang sangat membahayakan bagi masyarakat.

“Kerugian masyarakat yang muncul dari investasi ilegal dalam 10 tahun terakhir ini mencapai Rp 8,8 triliun. Ini baru yang masuk ke ranah hukum, dan belum lagi yang di luar atau tidak dilaporkan ke ranah hukum. Kenapa tidak dilaporkan?. Karena masyarakat kita malu untuk melaporkannya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, seperti contoh koperasi, modus yang paling banyak saat ini adalah perdagangan berjangka komoditi, terutama perdagangan forex . Saat ini banyak sekali kendaraan forex baik dari dalam maupun luar negeri yang menawarkan keuntungan menggiurkan.

Keuntungan yang ditawarkan dalam perdagangan atau penawaran forex tersebut mulai dari 1 persen per hari sampai 14 persen per tujuh hari tanpa resiko. Dan perdagangan forex saat ini menjadi modus paling tinggi pada investasi ilegal, kata Lumban Tobing.

Selain itu, lanjut dia, juga praktik multilevel marketing yang melakukan penawaran dengan skema piramida. Kaki-kaki yang dipasang dengan prinsip bukan berdasarkan dengan barang yang dijual atau bonus yang diperoleh, tetapi berdasarkan jumlah orang atau anggota yang ikut.

“Jadi barang-barang yang ditawarkan atau dijual itu sebenarnya tidak dibutuhkan, melainkan hanya orang-orangnya saja yang dibutuhkan,” ujarnya, menjelaskan.

Lumban Tobing mengatakan, penyebab utama maraknya praktik investasi ilegal adalah karena masyarakatnya yang mudah tergiur, terlebih yang menawarkan itu memanfaatkan tokoh-tokoh agama dan orang-orang penting lainnya.

Karakteristik dari investasi ilegal ini adalah menjanjikan keuntungan yang tidak wajar disertai bonus dan tanpa resiko, namun tidak ada legalitasnya, ujarnya, menjelaskan.

Ia memberikan tips kepada masyarakat supaya terhindar dari investasi ilegal.
Pertama adalah pinjam pada fintech peer to- peer lending yang terdaftar di OJK. Kedua adalah pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ketiga pinjam untuk kepentingan yang produktif, dan yang terakhir adalah pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan resikonya.

Selain itu juga ia menyinggung tentang pergadaian. Menurutnya, pergadaian itu harus mendapatkan izin dari OJK sejak adanya peraturan OJK Nomor 31 tahun 2019 dan ada transisi pada bulan Juli 2019.

Dr Lumban Tobing mengatakan, pihaknya saat ini telah menghentikan sebanyak 52 usaha gadai yang ada di tiga daerah, yakni Jakarta, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Ia menyebutkan, pegadaian ini sebenarnya banyak didirikan di sekitar kampus,  karena sasaran dari pergadaian umumnya adalah anak-anak muda atau mahasiswa.

Melihat itu, Lumban Tobing menekankan bahwa setiap pegadaian harus mempunyai izin, karena pegadaian juga merupara sarama keuangan untuk mendapatkan pendanaan dengan syarat ada jaminan barang.

“Jadi pegadaian itu kegiatannya adalah memberikan pinjaman dengan jaminan barang jasa titipan dan jasa lainnya,” ujarnya menjelaskan.  (LE-Tia)