Anggota Ormas asal NTT yang Lakukan Penganiayaan Diringkus Polisi

7 Oktober 2019, 21:22


Bali News - Anggota Ormas asal NTT yang Lakukan Penganiayaan Diringkus Polisi

Denpasar, LenteraEsai.com – Fransiskus Mnahonin (23), pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur yang telah melakukan aksi penganiayaan terhadap korban Ahmad Suhendra (19), ditangkap pihak Polresta Denpasar dalam suatu pelacakan.

Pihak Satreskrim Polresta Denpasar yang melakukan pelacakan, akhirnya berhasil meringkus tersangka yang juga salah seorang anggota ormas di Bali, di rumah kosnya di Jalan Cokroaminoto Gang Pucuksari III Blok C, Ubung Denpasar.

Ia menyebutkan, sebelum kejadian antara pelaku dan korban tidak ada permasalahan apa-apa, melainkan hanya karena kesalahpahaman pelaku kemudian melakukan tindak penganiayaan, melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.

Aksi penganiayaan yang terjadi Jalan Cokroaminoto Ubung Denpasar pada Selasa (1/10) malam sekitar pukul 24.00 Wita itu, berawal ketika Ahmad Suhendra yang berprofesi sebagai pedagang seperti biasa berjualan di tempat tersebut.

Di tengah malam yang sudah tidak begitu ramai, tiba-tiba korban Ahmad didatangi pelaku Fransiskus dengan ngomel-ngomel dan menanyakan kepada korban, “Siapa yang membawa motor dengan suara keras ?.”

Pertanyaan yang bernada tinggi sambil unjuk diri sebagai anggota ormas, oleh Ahmad dijawab, “Tidak tahu.”

Mendapat jawaban itu, pelaku naik pitam dengan mengangkat sebuah bangku kayu kemudian menghantamkannya ke bagian kepala Ahmad hingga korban mengalami luka robek dengan 6 jahitan di bagian atas kepala.

Polisi yang menyusul mendapat laporan tentang kejadian itu, akhirnya berhasil meringkus pelakukanya yang adalah warga asal Kupang yang selama ini tinggal di daerah Ubung Denpasar. Untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka Fransiskus kini ditahan pihak Satreskrim Polresta Denpasar. (LE-DP)