Dua Warga Perancis Pemalsu Merk Dituntut 2 Bulan Penjara

7 Oktober 2019, 19:26


Bali News - Dua Warga Perancis Pemalsu Merk Dituntut 2 Bulan Penjara

Denpasar, LenteraEsai.com – Mala Talwar (51) dan Alexandre Xiavier Miel (47), dua warga negara asing asal Perancis yang didakwa melakukan pelanggaran hak cipta, dituntut hukuman masing-masing dua bulan penjara di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (7/10) siang.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Subandi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Agus Pradyana dalam amar tuntutannya menyatakan kedua terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana pemalsuan merk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (2) UU No.20 tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana memproduksi atau membuat sebuah merk yang telah menjadi hak cipta milik orang lain. Oleh karena itu, memohon kepada majelis hakim untuk menghukum para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 2 bulan,” ujar jaksa dari Kejari Badung itu.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya sepakat untuk mengajukan pembelaan pada sidang lanjutan sepekan mendatang.

Jaksa dalam surat tuntutannya membeberkan sejumlah fakta yang terungkap di persidangan. Di antaranya, disebutkan bahwa kasus yang menyeret kedua terdakwa berawal dari saksi Peter Scida, yang juga warga Perancis, membeli sebuah celana pendek merk Balilab dengan logo huruf B terbalik, seharga Rp600 ribu.

Barang tersebut dibelinya di toko Balilab milik saksi Badrus Shaleh yang beralamat di Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Sabtu sore, 6 April 2019.

Selanjutnya saksi yang curiga merk tersebut palsu, melaporkan kepada pihak CV Balilab. Atas laporan itu, saksi Hendri Anthony selaku direktur dari perusahaan pemilik hak cipta dari Balilab, tidak terima dan melaporkan temuan itu ke polisi.

Korban Hendri tidak terima karena produk bermerk Balilab sudah didadaftarkan di Kementerian HAM RI tertanggal 18 Januari 2016 dengan nomor pengesahan IDM000628603.

Dari penelusuran polisi, terungkap bahwa toko di Jalan Pantai Berawa itu selama ini mendapat beberapa jenis busana merk Balilab dari PT Madurana Bali Confection (MBC) yang beralamat di Jalan Pengubugan Kerobokan, Kuta Utara.

Sehubungan barang dari PT MBC diketahui palsu, polisi pun akhirnya mengamankan Direktur Utama PT MBC, Mala Talwar, serta Alexandre Xiavier Miel yang disebut-sebut sebagai penanggung jawab dari PT tersebut.

Atas bukti-bukti di persidangan itulah, jaksa kemudian menuntut agar terdakwa Mala Talwar dan Alexandre Xiavier Miel, dijatuhi hukuman masing-masing dua bulan penjara. (LE-PN)