Ubud Writers & Readers Festival 2019 Digelar, Usung Tema ‘Karma’

15 Oktober 2019, 19:50


Bali News - Ubud Writers & Readers Festival 2019 Digelar, Usung Tema ‘Karma’

Denpasar, LenteraEsai.com – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang merupakan fertival sastra yang paling bertahan lama di Indonesia, akan kembali digelar di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada 23-27 Oktober 2019.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, pihak panitia penyelenggara menggelar jumpa pers di Denpasar pada Selasa, 15 Oktober 2019.

Tampak hadir pada kesempatan itu, antara lain Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati Ketut Suardana, penulis buku anak tentang Majas sekaligus Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Denpasar Debby Lukito Goeyardi, serta penulis yang berasal dari Bangli sekaligus anggota Bangli Sastra Komala yakni I Gede Agus Darma Putra.

Selain itu tampak pula hadir dari National Program Manager UWRF yakni I Wayan Juniantara sebagai moderator, dan Kadek Purnami sebagai General Manager UWRF.

Ubud Writers & Readers Festival pada setiap tahunnya mengangkat tema yang berbeda-beda, di mana tema yang diusung merupakan ajara-ajaran luhur dan kearifan lokal Bali. Pada tahun ini UWRF mengusung tema ‘Karma’.

Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, Ketut Suardana menjelaskan, tema yang diusung pada festival tahun ini yaitu ‘Karma’. “Seperti yang kita sudah persembahkan dalam tema-tema festival dari awal sampai sekarang, itu semua kita ambil untuk memberikan suatu pemahaman tentang bagaimana kita bisa membentuk diri kita sendiri,” ucapnya.

Dari pencerahan itu, bisa diambil sikap atau keputusan untuk menjadikan diri sendiri sebagai sahabat, bukan sebaliknya menjadikan diri sendiri sebagai musuh, sebagaimana yang sudah diajarkan dalam Kitab Bhagawadgita Bab VI, Sloka VI, ujar Ketut Suardana.

Ditanya tentang kenapa pada tahun ini mengusung tema ‘Karma’, ia menyebutkan,  karma merupakan suatu proses untuk mencapai kehidupan yang harmonis baik secara skala maupun niskala (nyata maupun tidak nyata).

Selain itu, kata I Gede Agus Dharma Putra, menambahkan, tema ‘Karma’ sangat penting untuk dipahami. “Saya menterjemahkan Karma itu sebagai tubuh, karena tanpa tubuh, orang tidak akan bisa melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk,” ujarnya.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) merupakan festival sastra yang bertahan paling lama di Indonesia. Pada tahun 2019 menandai 16 tahun penyelenggaraannya. Festival diprakarsai oleh Yayasan Mitra Suwardi Saraswati ini bahkan telah diakui sebagai salah satu dari lima festival sastra terbaik di dunia untuk 2019 versi The Telegraph UK.

Pada tahun ini Ubud Writers & Readers Festifal 2019 menghadirkan lebih dari 180 pembicara dari 30 negara dan lebih dari 170 program mulai dari panel diskusi, lokakarya, acara spesial, pemutaran film,  peluncuran buku, pemeran seni, dan masih banyak lagi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, UWRF selalu memberikan ruang bagi para penulis lokal untuk terlibat dalam setiap programnya. Selain Debby Lukito Goeyardi dan I Gede Agus Darma Putra, UWRF akan menghadirkan beberapa penulis, seniman, cendekiawan, dan pegiat asal Bali maupun penulis Indonesia yang berdomisili di Bali.

Sejumlah tokoh yang akan ikut mengisi program atau panel diskusi UWRF, baik sebagai pembicara maupun moderator antara lain Agung Suryawan Wiranatha, I Ketut Sandika, I Made Iwan Darmawan, Putu Supartika, I Wayan Rai, I Wayan Juniarta, Kadek Sonia Piscayanti, Ketut Yuliarsa, Made Taro, Marlowe Bandem, Marmar Herayukti, Nirarta Samadhi, Prabu Dharmayasa, Putu Fajar Arcana, Rio Helmi, Rudi Waisnawa, Saras Dewi, dan Valiant Budi.  (LE-Tia)