Rambu-rambu Lalu Lintas Bertumbangan di Jalan Raya Besakih

19 Oktober 2019, 23:46


Bali News - Rambu-rambu Lalu Lintas Bertumbangan di Jalan Raya Besakih

Besakih, LenteraEsai.com – Sedikitnya enam unit rambu lalu lintas dan beberapa papan nama petunjuk daerah yang terpasang di pinggir jalan raya antara Batusesa-Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, ditemukan tumbang berserakan pada Sabtu (19/10) malam.

Pewarta LenteraEsai.com dari lokasi kejadian melaporkan, rambu-rambu yang biasanya berdiri di pinggir jalan raya tersebut, tumbang atau rebah melintang ke tengah jalan, sehingga cukup menggangu arus lalu lintas.

Namun beruntung di sepanjang jalan yang minim lampu menerangan itu, pada malam sekitar pukul 22.00 Wita sudah cukup sepi dari arus kendaraan bermotor yang biasanya ramai pada siang hari, terlebih saat tibanya hari piodalan di Pura Besakih.

Sekretaris Pasebaya Agung I Wayan Suara Arsana membenarkan kejadian tersebut, namun pihaknya belum dapat menyebutkan penyebab robohnya rambu-rambu lalu lintas hingga menutup beberapa bagian ruas jalan raya, karena masih harus dilakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian setempat.

Rebahnya rambu-rambu yang umumnya tertancap di permukaan tanah dengan penguat adukan pasir semen, membuat sejumlah warga setempat menjadi cukup bertanya-tanya. Ada yang menduga hal tersebut suatu perbuatan manusia yang jahil atau jahat, ada pula yang menduga roboh akibat tertiup angin kencang.

Masalahnya, beberapa jam sebelum rambu-rambu ditemukan tumbang menutup ruas-ruas jalan raya, yakni sekitar pukul 15.15 Wita, di kawasan Besakih muncul hembusan angin yang cukup kencang.

Menurut saksi mata, saking kencangnya hembusan angin pada sore hari itu, tidak hanya telah menerbangkan tumpukan debu vulkanik yang ‘tertidur’ di bagian lereng selatan Gunung Agung pascaerupsi beberapa bulan lalu, namun juga menyapu bagian atap sejumlah bangunan.

Bagian atap beberapa pelinggih di sejumlah pura dan rumah penduduk di daerah lereng selatan gunung setinggi 3.143 meter di atas permukaan laut itu, tiba-tiba terkoyak dan beterbangan jatuh ke atas permukaan tanah.

Bahkan, angin kencang itu juga merobohkan bangunan bale pesandekan di Pura Pengubengan Besakih, serta merusak bagian atap dan merebahkan papan nama Kantor Kelian Banjar Dinas Kedungdung, Kecamatan Rendang.

Menurut penduduk setempat, angin yang mengamuk dalam tempo yang tidak terlalu lama, juga sempat menerbangkan debu yang bertumpuk cukup tebal karena kemarau panjang yang telah berlangsung sejak lebih dari enam bulan ini.

Akibatnya, baik di kawasan perkampungan penduduk di daerah Besakih maupun di bagian lereng selatan Gunung Agung, nyaris tampak gelap bagai tertutup kabut berwarna putih kecoklat-coklatan.

Sehubungan dengan munculnya angin yang cukup kencang itulah, ada yang menduga rambu-rambu itu roboh tertiup angin, namun tidak sedikit pula warga yang menduga sebagai perbuatan manusia yang jahil, iseng atau jahat.

Untuk memastikan kejadian yang sebenarnya, petugas dari Polsek Rendang bersama Babinsa, didampingi beberapa aparatur desa dan kecamatan, serta relawan Pasebaya Agung, tampak telah terjun ke tempat kejadian guna melakukan penyelidikan.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa dan luka-luka, terkecuali sejumlah bangunan terutama bagian atap dan dingdingnya koyak disapu angin kencang. (LE-002)