Kronologis Penyelamatan Empat Mahasiswa Tersesat di Gunung Seminung

21 Oktober 2019, 16:23


Bali News - Kronologis Penyelamatan Empat Mahasiswa Tersesat di Gunung Seminung

Lampung Barat, LenteraEsai.com – Empat mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dilaporkan tersesat ketika melakukan pendakian di kawasan Gunung Seminung, Lampung Barat pada Minggu (20/10).

Kartika, salah seorang keluarga korban kepada pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung melaporkan kronologis kejadian, yakni sekitar pukul 15.15 WIB keempat mahasiswa tersebut melakukan pendakian ke Gunung Seminung.

Setelah berada di daerah ketinggian, mereka tersesat dan kehabisan bahan makanan, sehingga semakin memperbutuk keadaan.  Hal tersebut diketahui sehubungan salah seorang dari mereka yakni Septian (22), berhasil menghubungi rekan kampusnya untuk meminta pertolongan dan men-share lokasi terakhir mereka berada.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Lampung mengirimkan 1 tim rescuer berjumlah 9 personel dengan membawa peralatan untuk upaya penyelamatan di gunung.

Berbekal ‘share’ terakhir posisi para pendaki, tim SAR bergerak menuju  koordinat 04° 55’ 34.8” S – 103° 58’ 29.4” E.  Selain itu, Kantor SAR Lampung juga berkoordinasi dengan BPBD Lampung Barat terkait kejadian tersebut.

Pada Senin dini hari, 21 Oktober 2019 pukul 00.20 WIB, diperoleh informasi dari Ari, anggota BPBD Kabupaten Lambar, bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh pendaki dalam keadaan selamat di koordinat 4°55’22.6″S – 103°59’ 23.5″E, sekitar 5 km dari jalur pendakian.

Begitu ditemukan, keempat pendaki dilaporkan mengalami kelelahan dan dehidrasi karena kehabisan logistik. Mereka kemudian dievakuasi turun setelah kondisi para mendaki mulai mendekati stabil.

Sekitar pukul 04. 20 WIB, keempat pendaki berhasil dievakuasi ke Desa Lombok dan selanjutnya dibawa ke RSUD Liwa untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Adapun identitas keempat pendaki tersebut, Amin JokoTriyono (21) warga Lampung Tengah, Agus Manurung (21), Septian Hidayat (22) dan Sapta Firnando (21), ketiganya warga Bandar Lampung.

Dengan dievakuasinya para pendaki, maka operasi pencarain dinyatakan selesai dan diutup. Tim SAR yang terlibat antara lain unsur Kantor SAR Lampung, BPBD Lampung Barat dan masyarakat setempat.  (LE-LB)