Si Jago Merah ‘Ngamuk’ di Hutan Lindung Gunung Agung

21 Oktober 2019, 00:21


Bali News - Si Jago Merah ‘Ngamuk’ di Hutan Lindung Gunung Agung

Amlapura, LenteraEsai.com – Hektaran hutan lindung di bagian lereng timur laut Gunung Agung di daerah ketinggian antara 700 sampai 1.600 meter di atas permukaan laut (DPL), dilaporkan diamuk si jago merah dengan kobaran api yang cukup dahsyat.

Kobaran api yang pada Minggu (20/10) malam sekitar pukul 21.00 Wita tampak jelas dari daerah Tulamben, Kecamatan Kubu, belum terlihat ada tanda-tanda akan secepatnya dapat dipadamkan, mengingat lokasi selain berada di daerah ketiggian juga sangat sulit untuk dapat dijangkau petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Arimbawa mengakui bahwa lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan lindung Batu Dawa, sangat sulit untuk dapat dijangkau karena berada di medan yang berkemiringan cukup terjal.

Tim gabungan TRC BPBD dan Karhutla yang berusaha melakukan pemadaman dengan mendaki melalui jalur Embung Batu Dawa I, di daerah ketinggian antara 700 sampai 1.000 meter DPL, telah menemukan kobaran api yang membakar semak belukar dan pepohonan.

Upaya pemadaman yang dilakukan secara manual, tentu belum banyak mengubah keadaan dari peristiwa yang pertama kali terlihat muncul pada Minggu (20/10) siang sekitar pukul 10.30 Wita itu.

Terlebih lagi, kondisi angin yang berhembus kencang tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman ke titik api yang berada paling atas, yakni di daerah ketinggian yang mencapai sekitar 1.600 DPL.  “Itu sangat beresiko bagi petugas,” ujar Kalaksa BPBD, menjelaskan.

Sehubungan dengan sulitnya kondisi alam, cuaca dan medan, lanjut IB Arimbawa, tim pemadam akhirnya memutuskan untuk turun dari lokasi musibah, selanjutnya ‘stand by’ monitor dari kawasan Embung Batu Dawa I.

Tim pemadan yang terlibat meliputi tenaga dari unsur BPBD, Satgas Polhut Bali Timur, KRPH Daya, KRPH Kubu, Kelompok Tani Hutan Pecinta Alam Batu Dawa dan lain-lain.

Melalui peta sebaran titik panas yang dikeluarkan pihak BMKG, terditeksi adanya satu titik panas di Pulau Bali, yaitu menunjuk lokasi kebakaran yang dimaksud.

Kalaksa BPBD menyebutkan, petugas yang siaga dan berjaga-jaga malam hari ini akan terus berkoordinasi dengan pihak KRPH, sekaligus melakukan pemantauan lewat perangkat CCTV yang terpasang.

Kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang bermukim di sekitar lereng timur laut, atau utara dan timur Gunung Agung, IB Arimbawa mengimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh adanya informasi hoax yang bernada menakut-nakuti dari peristiwa kebakaran yang terjadi.

“Kami minta masyarakat tetap tenang. Petugas akan terus melakukan pemantauan terhadap setiap perkembangan yang terjadi, dan bila kondisi sudah memungkinkan akan kembali dilakukan upaya pemadaman, ” ujarnya, mengingatkan.  (LE-KR)