Saksi Ungkap Aliran Dana dari PT PBG ke Mantan Wagub Sudikerta

7 November 2019, 22:22


Bali News - Saksi Ungkap Aliran Dana dari PT PBG ke Mantan Wagub Sudikerta

Denpasar, LenteraEsai.com – Saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang, mulai mengungkap aliran dana dari PT PBG kepada terdakwa I Ketut Sudikerta, yang mantan Wakil Gubernur Bali.

Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (7/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) di bawah ‘komando’ Eddy Artha Wijaya menghadirkan beberapa saksi yang salah satunya adalah Diah Pradnya Paramita, saksi dari pihak PT Dua Kelinci.

Dihadirkannya saksi Diah tersebut dimaksudkan jaksa untuk mengungkap aliran dana milik korban Alim Markus yang masuk ke rekening PT Pecatu Bangun Gemilang (PBG) yang dikendalikan oleh terdakwa Sudikerta.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Esthar Okatavi, saksi Diah mengungkapkan bahwa pihaknya pada tahun 2012 pernah melakukan transaksi jual beli tanah dengan terdakwa Sudikerta. Ia menyebutkan, transaksi lahan dengan Sudikerta itu sesungguhnya dilakukan karena terpaksa.

“Karena sertifikat sudah ada di Pak Sudikerta, dan Pak Sudikerta menawar tanah milik kami tersebut, ya saya jual. Kebetulan saat itu juga saya lagi butuh uang untuk biaya anak-anak,” ungkap saksi Diah.

Saksi juga mengatakan bahwa tanah seluas 1,5 hektare yang berlokasi di Pecatu, Kabupaten Badung itu dihargai Rp 2.650.000.000. “Harganya juga Pak Sudikerta yang menentukan, saya waktu itu tidak tahu apa-apa,” ujar saksi.

Menurut saksi, pembayaran tanah dilakukan secara bertahap. Yang pertama di tanggal 23 Desember 2015 dibayar Rp 250 juta, yang kedua dibayar pada 20 September 2016, juga Rp 250 juta.

“Kemudian dibayar lagi berikutnya dengan cek senilai Rp 1,4 miliar. Tapi saya tidak pernah mengurus cek itu, karena setelah menerima, cek langsung saya berikan kepada sopir saya untuk dicairkan di bank,” ungkap saksi.

Di muka persidangan, JPU menunjukkan cek yang dimaksudkan, yang kini menjadi barang bukti perkara. Di mana dalam cek itu tertulis dari PT Pecatu Bangun Gemilang. Menariknya, di muka sidang saksi mengatakan bahwa Sudikerta masih berhutang sekitar Rp 300 juta atas pembelian tanah miliknya tersebut.

Usai sidang, Jaksa Eddy Artha Wijaya yang ditemui mengatakan, hadirnya saksi Diah ini adalah untuk mengungkap aliran dana milik Alim Markus yang masuk ke rekening PT Pecatu Bangun Gemilang. Hal ini berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang juga didakwakan terhadap terdakwa.

Sementara Sudikerta sendiri tidak mau langsung menanggapi kesaksian dari saksi Diah. “Nanti kami tanggapi dalam pledoi atau pembelaan saja, yang mulia,” ujar Sudikerta.

Sementara dua terdakwa lain yang juga disidangkan dalam kasus yang sama, yakni I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung, melalui kuasa hukumnya tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi, karena dianggap tidak ada kaitanya dengan kedua terdakwa.

“Kamu tidak mengajukan pertanyaan yang mulia, karena tidak ada korelasinya dengan klien kami,” ujar Agus Sujoko, penasehat hukum terdakwa Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung.

Demikian pula saat saksi ditanya oleh hakim, apakah mengenal terdakwa Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung, saksi Diah menjawab tidak mengenal.

Untuk mendengarkan keterangan saksi lain, sidang yang menggiring tiga terdakwa itu, ditunda majelis hakim hingga sepekan mendatang. (LE-PN)