Kasum TNI Bangga atas Kepercayaan jadi Ketua Dewan Penasihat IMO-Indonesia

17 November 2019, 20:45


Bali News - Kasum TNI Bangga atas Kepercayaan jadi Ketua Dewan Penasihat IMO-Indonesia

Jakarta, LenteraEsai.com – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto menyatakan sangat mengapresiasi dan merasa bangga setelah dirinya didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat Ikatan Media Online (IMO) Indonesia.

Kasum TNI mengatakan itu saat memberikan sambutan serangkaian acara dialog bertajuk “Pers Pemersatu Bangsa” yang digelar IMO-Indonesia di Gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),  di Jakarta, Sabtu  (16/11) siang.

Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F Ismail mengatakan, tujuan diadakannya dialog tersebut tiada lain untuk meneguhkan peran dan fungsi pers sebagai perekat bangsa.

“Sesuai dengan tema dialog yakni Pers Pemersatu Bangsa, memiliki tujuan utama mempertegas peran dan fungsi pers (IMO-Indonesia) sebagai bagian penting dalam menjaga sekaligus memperkuat semangat keutuhan bangsa,” ujar Yakub saat memberikan sambutannya di hadapan ratusan peserta yang mengikuti dialog tersebut.

Sebagai salah satu organisasi media online berbadan hukum terbesar di Indonesia, IMO-Indonesia hadir sebagai pilar penting demokrasi sekaligus ikut mendorong industri pers di tanah air dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa, ucapnya.

Kegiatan dialog dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi, antara lain dari pihak Kemenkopolhukam, Kemenhan, Kopassus serta mahasiswa dari Universitas Bhayangkara Jakarta,  serta perwakilan dari 20 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IMO se-Indonesia.

Adapun sebagai narasumber dalam acara tersebut di antaranya Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto, Ketua Umum Kadin M Eddy Ganevo, Dewan Pembina LPJK Nasional Bachtiar Ujung, serta anggota Dewan Penasehat dan Dewan Pembina IMO-Indonesia Dr Adi Suparto dan Yuspan Zalukhu.  Bertindak selaku moderator Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F Ismail.

Dalam paparannya, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto mengungkapkan pentingnya membangun sinergitas antara institusi kemiliteran, terutama dunia intelijen dengan kalangan pers.

“Intelijen dan pers adalah dua hal yang sulit terpisahkan. Meski keduanya punya perbedaan dalam hal analisa dan prediksi (peristiwa/kejadian),  namun hubungan keduanya sangatlah penting,” ujar jenderal TNI berbintang tiga itu.

Perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu mengakui betapa pentingnya peran pers seiring berbagai kemajuan yang dicapai berbagai bangsa saat ini.

“Kita harus akui bahwa kehadiran pers saat ini sangatlah penting. Sebab, pers merupakan bagian penting dalam semangat demokratisasi,” katanya, menandaskan.

Hanya saja, mantan Pangdam Jaya itu menyesalkan bahwa belakangan ini dinamika pers kerap tidak mencerminkan etika dan tidak menjunjung semangat jurnalisme yang sesungguhnya.

“Beberapa kejadian, khususnya pada persitiwa politik kemarin, terkesan media massa terjebak dalam menyebarkan pemberitaan hoaks. Nah, ini yang menurut saya penting untuk dievaluasi dan diluruskan secara lebih seksama,” ungkap mantan Wakil Badan Intelijen Strategis (BAIS) itu.

Meski begitu, Letjen Joni Supriyanto menyebutkan bahwa kasus seperti itu hanya terjadi pada beberapa media massa saja, sehingga hal itu cukup menjadi bahan evaluasi bagi insan pers ke depan yang semakin baik.

Pada kesempatan tersebut, Joni Supriyanto menyatakan sangat mengapresiasi dan turut bangga setelah dirinya didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

“Terus terang saya sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh IMO-Indonesia untuk menjadi Ketua Dewan Syuro (Dewan Penasehat) pada lembaga pers yang bekerja di dunia online tersebut,” ucap Letjen Joni sambil mengumbar senyum bersahabat.  (LE-JK)